Lulusannya di UI hingga ITB, Kak Seto Beber Bukti Sekolah Saja 3 Hari Efektif, Serasa Bebas Penjara

Kak Seto mengatakan, dalam kurikulum baru yang sedang dirancang Mendikbud Nadiem Makarim sekolah nantinya cukup 3 ( tiga ) hari saja.

Lulusannya di UI hingga ITB, Kak Seto Beber Bukti Sekolah Saja 3 Hari Efektif, Serasa Bebas Penjara
Kolase Kompas.com
SEKOLAH 3 HARI - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi ( Kak Seto) mengusulkan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sekolah cukup 3 ( tiga ) hari saja 

Berita lain:

Bahaya Tawuran Dianggap Hiburan, Kak Seto Minta Gelanggang Remaja Diaktifkan

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengatakan, tawuran maut yang terjadi di Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara dipicu letupan emosi anak-anak yang tidak tersalurkan.

Oleh karena itu, menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara perlu segera mengaktifkan kembali gelanggang remaja.

"Dulu ada namanya gelanggang remaja, youth center. Mereka ingin main bola, teater, band, nyanyi. Nah itu (sekarang) enggak ada. Akhirnya teriak di jalan. Yang biasanya smash, smash nya pakai celurit," kata Kak Seto di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019).

SEKOLAH 3 HARI - Ilustrasi para pelajar yang tertangkap kepolisian di Polresta Depok, Jalan Margonda, Selasa (26/9/2018).
SEKOLAH 3 HARI - Ilustrasi para pelajar yang tertangkap kepolisian di Polresta Depok, Jalan Margonda, Selasa (26/9/2018). (Kompas.com/Cynthia Lova)

Kak Seto melanjutkan, Pemkot harus berkaca pada zaman DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Ali Sadikin, di mana gelanggang remaja berperan aktif kala itu.

Gelanggang remaja sejatinya memfasilitasi pelatihan dan kompetisi rutin kegiatan-kegiatan seni budaya dan olahraga.

Sehingga anak-anak dapat menyalurkan minat dan bakat mereka kearah yang positif.

DPR RI Tinjau Tol Balikpapan-Samarinda, Ada Titik Longsor dan Tanah Labil, Pesimistis Maret Operasi

Sementara, saat ini anak-anak justru sangat dibebani oleh kegiatan sekolah yang terfokus pada nilai akademik.

"Apalagi suasana belajarnya kadang-kadang udah dari pagi sampai sore, masih ada les ada ini dan sebagainya. Jadi hak anak tidak tersalurkan dengan cara-cara yang lebih manusiawi," ucap Kak Seto.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved