Kelas Berbasis Industri di Bontang, Begini Tanggapan Walikota Neni Moerniaeni
Kelas Berbasis Industri di Bontang, Begini Tanggapan Walikota Neni Moerniaeni
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG-Kelas Berbasis Industri di Bontang, Begini Tanggapan Walikota Neni Moerniaeni
Walikota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan kepada perusahaan yang berinvestasi di Bontang agar memenuhi ketentuan pemerintah.
Salah satunya Perda nomor 10 tahun 2018 yang menekankan penyerapan tenaga kerja lokal hingga 75 persen oleh perusahaan yang berinvestasi di Bontang, Kalimantan Timur.
"Kita punya Perda dan Perwali, untuk semua perusahaan yang berinvestasi di Kota Bontang agar menggunakan tenaga kerja lokal. Kecuali keahlian tertentu yang tak ada, apa boleh buat," ungkap Neni Moerniaeni, Selasa (17/19/2019).
Ditambahkan Neni Moerniaeni, saat ini semua calon tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan di Bontang harus melalui Disnaker tanpa terkecuali.
"Itu saja kita pantau di situ, kalau enggak kita berikan teguran, wanprestasi. Alhamdulilah selama ini semua masuk, yang mau melamar semua," ungkapnya.
Disinggung soal wacana kelas berbasis industri yang diutarakan pihak legislatif belum lama ini,
Neni Moerniaeni menyebut beberapa sekolah menengah kejuruan telah melakukan kerjasama industri dengan perusahaan di Kota Bontang.
Dari informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, di salah satu sekolah kejuruan Bontang, mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, sudah terlebih dahulu melewati verifikasi dari dunia industri.
Setelah melalui tahap verifikasi, silabus yang sudah diperbaiki dan ditelaah sesuai permintaan dari industri kemudian ditetapkan. Barulah diajarkan kepada siswa
"Sebetulnya sudah di kita. Misal SMK4 dan SMK3, sudah kita lakukan orang tuanya United Tractor. STITEK itu dia dengan LNG, sudah kita lakukan," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Bontang, Ahmad Aznem mengaku mendukung segala upaya peningkatan kapasitas lulusan sekolah menengah di kota Bontang, termasuk kelas berbasis industri.
"Kita dukung terkait dengan peningkatan kapasitas. Kita ingin anak-anak ke depan, keluar dari SMK siap kerja.
Syukur-syukur memang, kalau tadi bisa dibina atau apa namanya, kalau selama ini dimagangkan di perusahaan lokal," ungkapnya.
Persoalan Tenaga Kerja di Bontang Masih jadi Momok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/01-walikota-bontang-neni-moerniaeni.jpg)