Jakarta Banjir

Jakarta Banjir, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Singgung Kepekaan Anies Baswedan Soal Banjir

Anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Bertanggung jawab

Jakarta Banjir, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Singgung Kepekaan Anies Baswedan Soal Banjir
via Twitter TMCPoldaMetro
Banjir sepinggang orang dewasa di Jl. Lembah Aren VII, RW 09, Pondok Kelapa, Jakarta Timur,Rabu (1/1/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth sangat menyayangkan banjir besar kembali menerjang warga Jakarta.

Sebab, hujan yang terus mengguyur Jakarta menyebabkan sejumlah daerah mengalami kebanjiran, akibat buruknya drainase di ibukota dan air kiriman dari kota-kota penyangga.

"Ini banjir besar kembali terjadi di Jakarta, terakhir terjadi pada tahun 2007," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (2/1/2020).

Diketahui, banjir Jakarta 2007 adalah bencana yang terjadi pada 1 Februari 2007 malam hari.

Selain sistem drainase yang buruk, banjir berawal dari hujan lebat yang berlangsung sejak sore hari tanggal 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari.

Selain itu ditambah banyaknya volume air 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari Bogor, Puncak, dan Cianjur dan air laut yang sedang pasang, mengakibatkan hampir 60 persen wilayah DKI Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi banjir.

Sederet Artis jadi Korban Banjir Jakarta Tahun Baru 2020, Ada Yuni Shara, Rian DMasiv hingga Beddu

Ada Banjir di Ibu Kota Negara Indonesia, Google Beri Tanda Peringatan SOS Jakarta

DKI Jakarta Dilanda Banjir Besar, Top Skor Persija Marko Simic Unggah Hal Mengharukan di Instagram

Nikita Mirzani Kebanjiran dan Ngeluh Banjir ke Anies Baswedan, Pak Jakarta Kelelep

Menurut Kent-sapaan akrab Hardiyanto Kenneth- itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus bertanggung jawab atas bencana banjir yang melanda sebagian warga Jakarta.

Untuk memperbaiki hal tersebut, kata Kent, Anies harus menambah Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), dan juga mengeruk kali di Jakarta agar lebih dalam.

“Tambah lagi petugas PPSU dan keruk kali di Jakarta biar lebih dalam serta program naturalisasi sungai harus segera di laksanakan”,sambungnya.

Kent pun sangat menyayangkan, sikap Anies yang lebih memilih merayakan hari pergantian tahun baru 2020 di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara dibandingkan mengantisipasi banjir yang akan datang ke Jakarta.

"Kan kita sudah tahu bahwa hujan tidak berhenti-henti sejak sore hingga dini hari, seharusnya sebagai gubernur, Anies harus peka terhadap ancaman banjir yang akan datang," tegasnya.

Halaman
123
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved