Nelayan Nunukan Diterkam Buaya saat Cari Udang di Sungai, Tubuh Korban Diseret Langsung Menghilang

Nelayan Nunukan diterkam buaya saat cari udang di sungai. Tubuh korban diseret langsung menghilang

Nelayan Nunukan Diterkam Buaya saat Cari Udang di Sungai, Tubuh Korban Diseret Langsung Menghilang
Tribunkaltim.co/HO BPBD Nunukan Kalimantan Utara
Pencarian korban - Upaya pencarian korban penerkaman buaya di sungai Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (1/1/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO.NUNUKAN - Nelayan Nunukan diterkam buaya saat cari udang di sungai. Tubuh korban diseret langsung menghilang.

Warga Nunukan, Kalimantan Utara geger mendengar kabar seorang nelayan yang diterkam buaya.

Peristiwa tersebut menimpah Mansyah (40), nelayan asal Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Nunukan, Rabu (1/1) sekitar Pukul 08.00 Wita. Korban sehari-hari memang berprofesi sebagai nelayan.

Menurut keterangan Kasubdit Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanudin, korban diterkam buaya saat mencari udang.

"Posisi korban tengah mencari udang menggunakan perahu dan pukat di sungai sekitar Desa Tepian," katanya saat dikonfirmasi Tribun via telepon, Rabu (1/1).

Tidak Sengaja Nelayan Jaring Buaya, Panjang Tubuh 2 Meter, Reptil Liar Ini Diikat Warga Pakai Tali

2 Januari Pencarian Lagi Korban Diterkam Buaya di Nunukan Kaltara, Berikut Ini Titik Lokasinya

Nelayan di Nunukan Kalimantan Utara Diterkam Buaya, Ini Kronologinya

Berdasarkan laporan saksi, Hasanuddin menambahkan, buaya tersebut langsung menerkam saat korban memasang pukatnya. Atas kejadian itu tubuh korban diseret oleh buaya yang menerkam.

"Jadi kami dapat laporan dari saksi mata, yang kami temukan tinggal perahu korban sementara korban menghilang," tambahnya.

Pencarian pun dilakukan selama beberapa jam, namun belum juga menemukan hasil.

Warga Desa Karangan Seberang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, saat membelah buaya yang memangsa Andry Lukman.
Warga Desa Karangan Seberang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, saat membelah buaya yang memangsa Andry Lukman. (IST)

"Kami sudah kerahkan sejumlah personel dibantu warga. Ada sekitar 20 perahu yang dipakai mencari tapi belum juga ditemukan," ucapnya.

Hasanudin juga menerangkan bahwa di sungai tempat lokasi kejadian memang merupakan habitat hidup reptil bertubuh besar itu.

Saat pencarian pun tim dari BPBD dan warga sekitar menjumpai beberapa ekor buaya.

"Memang di sungai itu banyak buaya, ada beberapa yang muncul saat kami mencari tapi tubuh korban belum ditemukan," tutupnya.

Ada Potensi Kerugian Rp 13,7 Triliun di Jiwasraya, Ini Langkah yang Dilakukan OJK Kalimantan Timur

Positif Pakai Narkoba, Mantan Kasi Ops Polresta Balikpapan Nonjob, Begini Nasibnya Sekarang

Pencarian korban terkaman buaya di sungai Desa Tepian, Kecamatan Sembakung terpaksa dihentikan sementara, karena sudah gelap. Korban yakni Mansyah (40), nelayan Desa Tepian belum ditemukan hingga Pukul 19.30 Wita.

Tim pencarian memutuskan untuk menghentian sementara proses pencarian.

"Memang agak sulit karena sekitar muara. Malam ini kita hentikan dan besok (hari ini) kita mulai kembali pencarian sekitar jam 7 pagi," ucap Hasanudin. (alfian)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved