Iran Incar 35 Target Kepentingan AS Seusai Kibarkan Bendera Perang, Trump Ancam Serang 52 Sasaran
Pengibaran bendera merupakan pertanda Iran menyatakan perang dan balas dendam terhadap AS setelah peristiwa pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Qassem
Jenderal Iran, Gholamali Abuhamzeh, seorang komandan Pengawal Revolusi di wilayah Kerman, mengeluarkan ancaman itu, sehari setelah kematian Mayor Jenderal Qassem Soleimani.
Abuhamzeh mengatakan target vital Amerika di wilayah itu telah diidentifikasi sejak lama, termasuk kapal‑kapal di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Kota Tel Aviv.
"Selat Hormuz adalah titik vital bagi Barat. Sejumlah besar kapal perusak dan kapal perang AS ada di sana. Sekira 35 target AS di wilayah tersebut serta Tel Aviv berada dalam jangkauan kami," katanya, seperti dikutip Kantor Berita Reuters.
• Kronologi Tewasnya Jenderal Iran Qassem Soleimani Diserang AS, Donald Trump Singgung Soal Perang
• Ramalan Mengerikan Baba Vanga di 2020, Tsunami Besar Landa Wilayah Asia, Donald Trump Alami Masalah
Janjikan balasan
Terkait serangan mematikan terhadap Qassem, Departemen Luar Negeri AS mengatakan komandan pasukan elite di Iran itu secara aktif mengembangkan rencana untuk menyerang para diplomat dan personel AS di Irak.
"Amerika Serikat akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami di seluruh dunia." kata Departemen Luar Negeri AS.
Presiden Iran, Hassan Rhouani, ketika mengunjungi rumah keluarga Qassem, Sabtu, mengeluarkan peringatan keras kepada AS.
"Orang Amerika tidak menyadari betapa besar kesalahan yang telah mereka buat. Mereka akan menerima akibat dari tindakan kriminal tersebut tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga pada tahun‑tahun mendatang," kata Rouhani.
• Bendera Merah Iran Berkibar setelah Jenderalnya Dibunuh, Ini Artinya, Tanda Perang dengan Amerika?
• Jenderal Iran Qassem Soleimani Tewas, Ini Nasib Uji Coba Piala Dunia Timnas Amerika Serikat di Qatar
Dalam kesempatan itu seorang putri Qassem bertanya kepada Hassan Rhouani mengenai balasan atas kematian sang ayah. "Siapa yang akan membalaskan darah ayahku," dia bertanya.
Hassan Rhouani memastikan bakal ada balasan. "Kami akan membalas darahnya, kamu tidak usah khawatir," ujar Hassan Rhouani.
Sehari sebelumnya, Jumat, pemimpin tertinggi Iran Ayatolla Ali Khamenei, juga mengunjungi rumah keluarga Qassem.
"Semua orang berduka dan berterima kasih kepada ayahmu. Rasa terima kasih ini karena ketulusan hatinya yang besar. Tanpa ketulusan, hati (orang) tidak akan bersamanya seperti ini," ujar Ali Khamenei mengutip pesannya kepada keluarga Qassem.
Kronologi Tewasnya Qassem
Seorang Jenderal Iran, Qassem Soleimani tewas akibat serangan drone atas perintah Amerika Serikat, Donald Trump singgung soal perang.
Kabar tewasnya Jenderal Iram, Qassem Soleimani mengguncang dunia maya dengan topik World War 3.
Menyusul kabar tewasnya Jenderal Iran, Qassem Soleimani, Presiden Amerika Serikat Donald Trup angkat suara.