Sikap Tegas Mahfud MD Usir Cina dari Laut Natuna, Bandingkan dengan Prabowo Subianto dan Menteri KKP
Sikap tegas Mahfud MD usir Cina dari Laut Natuna, bandingkan dengan Prabowo Subianto dan Menteri KKP
Menteri KKP Edhy Prabowo menuturkan, 1.000 kapal yang terpantau itu mesti dibedakan jenisnya.
Menurut Edhy Prabowo bisa saja, kapal-kapal itu bukanlah kapal penangkap Ikan ilegal.
Sebab menurut Edhy Prabowo, perairan Natuna termasuk wilayah yang padat dan termasuk tempat lalu lalang kapal.
"Kalau 1.000 kapal kan kelihatan banyak. Banyak kapal lain yang lewat ya.
Itu kapalnya harus dilihat sebagai kapal apa dulu, kapal dagang, transportasi, atau kapal nelayan.
Kalau ribuan kapal itukan memang daerah padat, tempat lalu lalang," ucap Edhy Prabowo.
Sementara itu ia mengatakan sudah ada 3 kapal nelayan asing yang menjarah kekayaan laut Indonesia berhasil diamankan.
Tiga kapal asing ini berhasil ditangkap dan diamankan ke pangkalan di Pontianak.
Beda Reaksi dengan Susi Pudjiastuti
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kembali melontarkan pernyataan menanggapi kisruh di Laut Natuna antara pemerintah Indonesia dan Cina.
Ia menilai pemerintah Jokowi perlu bersikap tegas pada Cina yang jelas-jelas melanggar kedaulatan Indonesia.
Diketahui, kapal-kapal nelayan Cina yang dikawal coast guard mereka melakukan aktivitas ilegal di Natuna.
Pemerintah Cina lewat Kementerian Luar Negeri bahkan mengklaim kalau kapal nelayan dan coast guard tak melanggar kedaulatan Indonesia.
Susi Pudjiastuti menyebut langkah diplomatis yang diambil pemerintah kurang tepat.
Dikatakan Susi Pudjiastuti, hubungan baik Indonesia - Cina di bidang ekonomi, khususnya investasi, bukan alasan untuk bersikap tegas pada Cina.
"Pisahkan dan bedakan Pencurian Ikan dengan Investasi!.
Bedakan pencurian Ikan dengan persahabatan antar negara," tegas Susi seperti melansir Kompas.com yang mengutip akun twitter resminya, Sabtu (4/1/2020).