Rocky Gerung: Sinyal Pertarungan Jokowi vs Anies Makin Kuat 2020, Gubernur DKI Sedang di Atas Angin
Menurut Rocky Gerung, Anies punya kemampuan untuk mengakumulasi kekuasaan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut, tahun 2020 sinyal pertarungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Anies Baswedan semakin kuat.
"Sudah pasti tahun 2020 akan ada pemilu yang seolah-olah terselubung antara grup kekuasaan Presiden Jokowi vs Anies Baswedan," ujar Rocky.
Hal tersebut lantaran, menurut Rocky, Anies punya kemampuan untuk mengakumulasi kekuasaan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Sementara, dari kubu pemerintah saat ini, belum ada kandidat kuat yang akan dicalonkan dalam Pilpres 2024 mendatang.
• Viral Video Ahok Tanggapi Cara Gubernur Anies Baswedan Tangani Banjir Jakarta, Penutup Jadi Sorotan
• Bandingkan Instruksi Presiden Jokowi dan Gubernur Anies Baswedan Soal Banjir DKI Jakarta, 16 Tewas
• Nikita Mirzani Kebanjiran dan Ngeluh Banjir ke Anies Baswedan, Pak Jakarta Kelelep
• Jakarta Banjir, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Singgung Kepekaan Anies Baswedan Soal Banjir
Pernyataan tersebut disampaikan Rocky dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Resonansi TV, Rabu (8/1/2020).

"Karena secara real kita lihat itu hari-hari ini orang mengkhawatirkan bahwa Anies akan punya kemampuan untuk mengakumulasi kekuasaan."
"Dan kubu Jokowi tidak punya calon, sampai sekarang kita nggak denger," jelas Rocky.
"Misalnya, jadi gampangnya begini, oposisi kira-kira berharap Anies bisa diajukan sebagai tokoh tuh," terang Rocky.
Tak hanya itu, Rocky juga menyebut, saat ini posisi Anies sedang di atas angin.
"Karena media dan segala macam, kemampuan Anies buat menghadang bullying," papar Rocky.
"Sementara kubu Jokowi nggak ada calon, kan itu yang terjadi," tambahnya.
Rocky kemudian menyoroti soal bully yang banyak ditujukan kepada Anies karena dianggap tidak mampu mengatasi banjir di Jakarta.
"Jadi aneh saya perhatikan orang membully Anies."
• VIRAL Pemuda Mendayung Kayak di Halaman Universitas Trisakti Saat Banjir, Terima Kasih Pak Anies
• Banjir, Nikita Mirzani Unggah Best View 2020, Mention Anies Baswedan, Nyai tapi pak, Jakarta Klelep
"Seharusnya dihadap-hadapkan dengan calon penantangnya, dan nggak ada itu dari kubu penguasa sekarang," terang Rocky.
Lebih lanjut, Rocky Gerung menjelaskan, kubu pemerintah saat ini mulai kebingungan karena belum menemukan calon yang cukup kuat.
"Itu, istilah publik Jakarta sekarang, RT sebelah nggak punya calon RT baru tuh."
"Sementara RT di sini walaupun kebanjiran namanya ada terus dan kemampuan mengolah isu publik terus diandalkan itu," terang Rocky.
Rocky lantas menyinggung soal Presiden Jokowi yang datang mengunjungi Waduk Pluit.
"Presiden tiba-tiba datang ke Pluit tanpa ngundang Anies ke situ, jadi sinyalnya dia mau nyalahin Anies kan?" terang Rocky.
Tak hanya itu, Rocky juga menyinggung soal kinerja Jokowi di periode keduanya ini.
"Periode pertama kita sudah pesimis dan ternyata benar itu, banyak yang tidak selesai."
Menurut Rocky, dalam periode keduanya ini, Jokowi akan menghadapi isu baru, yakni isu internasional.
"Apalagi periode kedua, karena faktor baru akan muncul, faktor internasional."
"Yang beliau tidak punya kemampuan untuk bikin analisa prospektif terhadap keadaan dunia tuh," terang Rocky.
Rocky lantas mengaitkan hal tersebut dengan masalah Natuna yang belakangan ramai diperbincangkan.
"Jadi akan tergantung pada orang disekitarnya dan itu agak berbahaya, sebab kalau kita lihat misalnya debat soal Natuna saja hari-hari ini, itu nggak ada isu dari istana."
Rocky juga menyoroti perbedaan pandangan antara menteri-menteri Jokowi soal Natuna.
"Jadi presiden gimana mau mengucapkan soal Natuna ke publik internasional, kalau kalau penasihatnya versinya macam-macam," ungkap Rocky.
• Disindir Menteri PUPR, Pakar Bocorkan Kesalahan Gubernur Anies Baswedan Tangani Banjir DKI Jakarta
• Setelah Duet Bareng Anies Baswedan, Raja Dangdut Rhoma Irama Kena Musibah, Rumahnya Terendam Banjir
Jokowi Minta Normalisasi dan Naturalisasi Sungai, Anies Baswedan Sebut Itu Program Menteri Basuki
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai, normalisasi dan naturalisasi sungai di Jakarta merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Hal itu disampaikan Anies Baswedan, menanggapi instruksi dari Presiden Jokowi sebelumnya terkait normalisasi dan naturalisasi sungai di Ibu Kota Jakarta.
Sehingga ia meminta pertanyaan normalisasi dan naturalisasi sungai itu sebaiknya ditanyakan langsung kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
"Nanti sama Pak Menteri. Itu programnya program Pak Menteri," kata Anies setelah rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020), dikutip dari Kompas.com.
Anies menambahkan, normalisasi dan naturalisasi sungai merupakan proyek jangka panjang yang perlu dilakukan bersama-sama Kementerian PUPR.
Namun, ia menyebut, nantinya Pemerintah DKI Jakarta bersama Kementerian PUPR akan bersama-sama menyelesaikan permasalahan dari hulu sampai hilir sungai.
"Jadi memang pada akhirnya kita sama-sama supaya komprehensif dari hulu sampai hilir. Pelebaran sungai itu kita cuma bicara di hilir," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Anies Baswedan segera melakukan normalisasi seluruh sungai di Jakarta.
"Perlu saya sampaikan sungai yang ada di Jakarta bukan hanya Ciliwung saja, ada Sungai Pesanggrahan, Cipinang, Buaran, Sungai Bovart, dan 14 sungai lainnya," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/1/2020), dikutip dari Kompas.com.
Sehingga, Jokowi meminta sungai di Jakarta perlu dilakukan normalisasi kembali.
"Ini semuanya saya kira perlu dilakukan pernormalan kembali sehingga aliran air yang ada di Jakarta bisa kembali normal," kata Jokowi.
Jokowi meminta sodetan Sungai Ciliwung yang mengarah ke Banjir Kanal Timur (BKT) segera dirampungkan.
Selain itu, ia juga meminta terkait masalah pembebasan lahan yang menjadi hambatan selama ini bisa diselesaikan.
"Saya minta yang sodetan Ciliwung menuju ke BKT itu juga tahun ini bisa dirampungkan," ungkap Jokowi.
"Saya kira bisa secepatnya dengan Gubernur untuk bisa menyelesaikan masalah pembebasan lahannya," tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga mengajak kepala daerah di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk mengevaluasi total sistem pengendalian banjir.
"Saya mengajak kita semua evaluasi total sistem pengendalian banjir, pengendalian bencana alam dari hulu sampai hilir," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/1/2020), dikutip dari Kompas.com.
Jokowi menilai, Indonesia harus memiliki strategi besar jangka pendek, menengah dan panjang dalam menangani masalah banjir ini.
Ia juga meminta kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota bisa berjalan dengan baik.
"Yang saya tahu sperti masterplan ini sudah ada, tapi implementasi perlu lebih detail lagi kerja sama antara antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota," kata Jokowi.
Ia meyakini jika seluruh pihak bekerja sama dengan baik, masalah banjir yang selalu datang tiap musim hujan ini akan teratasi.
"Sekali lagi bahwa Jakarta sebagai ibu kota bukan berdiri sendiri, tapi dikelilingi oleh wilayah Jawa Barat dan Banten," imbuhnya.
"Saya harap semuanya bisa kerja sama dengan baik menyelesaikan masalah banjir," lanjut Jokowi.
Menurutnya, tanpa adanya kerja sama antara berbagai pihak, rencana tersebut tidak akan bisa berjalan baik.
Selain itu, nantinya permasalahan di Jakarta dan sekitarnya tersebut tidak akan bisa terselesaikan jika tidak bekerja sama.
"Tanpa kerja sama itu saya kira penyelesainnya tidak komprehensif dan tidak bisa selesaikan masalah secepat-cepatnya," tambah Jokowi.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Hadir pula Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, serta Bupati Bogor Ade Yasin.
Selain itu, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Kepala BNPB Doni Monardo.
• Aminah Cendrakasih Diungsikan Si Doel ke Hotel, Rumah Mak Nyak Diterjang Banjir, Evakuasi Dini Hari
• Jakarta Banjir, Rumah 5 Artis Tergenang, Nicky Tirta sampai Yuni Shara, Gaya Eks Raffi Ahmad Disorot
• Rumah Kebanjiran, Gaya Yuni Shara Sempat Trending Topic, Ini Kata Eks Raffi Ahmad soal Penampilannya
• Penerbangan Batik dan Wings Air yang Batal dari Bandara Halim, Ada Rute Balikpapan Samarinda Tarakan
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)