KPK Gagal Geledah Kantor PDIP, Irmanputra Sidin Singgung PDIP di Masa Lalu, Selalu Bela Hak Rakyat

KPK Gagal Geledah Kantor PDIP, Irmanputra Sidin Singgung PDIP di Masa Lalu, Selalu Bela Hak Rakyat.

KPK Gagal Geledah Kantor PDIP, Irmanputra Sidin Singgung PDIP di Masa Lalu, Selalu Bela Hak Rakyat
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas berjaga di depan ruang kerja Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang disegel KPK di Jakarta, Kamis (9/1/2020). Penyegelan terhadap ruang kerja Wahyu Setiawan dilakukan setelah KPK menangkap tangan Komisioner KPU tersebut bersama tiga orang lainnya pada Rabu (8/1/2020). KPK Gagal Geledah Kantor PDIP, Irman Putrasidin Singgung PDIP di Masa Lalu, Selalu Bela Hak Rakyat. 

"Tapi partai ini memperjuangkan haknya untuk melawan, memperjuangkan haknya dan berani melawan kekuasaan," ujar Irmanputra.

Kala itu, Irmanputra berharap PDIP akan terus ada dan memperjuangkan hak rakyat.

Menohok! Abraham Samad Buka Suara Terkait Kantor PDIP Pimpinan Megawati tak Kunjung Digeledah KPK

Soal Penggeledahan DPP PDIP, Abraham Samad Sebut KPK buat Sejarah Baru, Izin Dewas Dinilai Janggal

"Pada ketika itu 20 tahun lalu saya berpikir partai seperti ini partai yang harus hidup terus," kata dia.

"Dia harus bisa melawan kesewenang-wenangan."

Ia melanjutkan, tak ada harapan bagi rakyat bisa percaya jika partai politik tak bisa melawan kesewenang-wenangan penguasa.

"Kalau dia sendiri tidak bisa melawan kesewenang-wenangan kekuasaan, maka kita juga rakyat bagaimana bisa percaya pada institusi partai politik," ujar dia.

"Kalau dia yang tidak melaksanakan begitu."

Irman Putrasidin pakar hukum tata negara soroti gagalnya KPU geledah kantor PDIP
Irmanputra Sidin pakar hukum tata negara soroti gagalnya KPU geledah kantor PDIP (Tangkap Layar YouTube Indonesia Lawyers Club)

Lebih lanjut, Irmanputra pun mengimbau pemerintah untuk tak mempersulit pemenuhan hak rakyat.

"Pada prinsipnya saya mau bilang begini, ke depan, ruang-ruang gelap ketika negara mau melakukan pemenuhan hak warga negara jangan dipersulit," ucapnya.

"Karena ketika dia dipersulit maka di situlah kemudian potensi korupsi itu terjadi."

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved