PSI Duga ada Pengaburan Isu Banjir, Bahas Anggaran TOA Rp 4 M Singgung Formula E Rp 300 M sudah Cair
PSI menduga ada pengaburan isu banjir, tengah bahas anggaran TOA Rp 4 M, anggaran Formula E Rp 300 M yang sudah cair ikut disinggung.
"Memberi peringatan, kalau dibilang efektif tentu tidak, kalau untuk satu Jakarta modalnya hanya TOAtentu tidak."
"Sekarang masalahnya saya enggak mau terjebak di masalah TOA saja," imbuhnya.
Anthony menduga apa yang dilakukan oleh Pemprov DKI membuat anggaran untuk pengadaan toa, dilakukan untuk mengalihkan perhatian masyarakat soal langkah pencegahan banjir di Jakarta.
"Ini seakan-akan ada pengaburan isu bahwa masalahnya adalah peringatan dini," ujarnya.
"Ini pencegahan dulu yang jauh lebih penting," lanjut Anthony.
Ungkit Dana Rp 300 M Formula E
Kemudian, Anthony membahas soal permasalahan APBD DKI yang berujung pada hambatan pencegahan banjir.
Ia merasa janggal akan hal tersebut, karena melihat anggaran untuk Formula E yang bernilai Rp 300 miliar lebih justru sudah cair.
"Sekarang dikatakan bahwa APBD kita waktu itu defisit di 2019, sehingga tidak bisa membebaskan lahan untuk banjir, begitu katanya untuk penanganan banjir," kata Anthony.
"Di 2019, APBD perubahan, tercatat ada commitment fee untuk balapan Formula E, Rp 300 miliar lebih, itu sudah cair."
"Banyak isu yang mengatakan dana APBD di 2019 ada defisit, katanya dari pemerintah pusat telat memberikan dana ke Pemprov DKI."
• Anies Baswedan Resmi Digugat Korban Banjir Rp 42 Miliar, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Tim Hukum
• Anak Buah Anies Baswedan di Pemprov DKI Jakarta Siapkan Tim Hukum Lawan Ratusan Warga Korban Banjir
"Lalu akibatnya kurangnya dana tersebut lalu defisit, sehingga tidak bisa membebaskan lahan."
"Tapi nyatanya Rp 300 miliar untuk Formula E sudah cair di 2019," katanya.
Sebelumnya diberitakan, BPBD berencana membeli enam set perangkat pengeras suara canggih untuk
memperkuat sistem peringatan dini.
Dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (16/1/2020), Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) M. Ridwan menjelaskan, pengeras suara yang memiliki nama Disaster Warning System ( DWS ) nantinya akan tergabung dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System ( EWS ) BPBD DKI.