Tak Ada Laporan Beli Hak Siar Liga Inggris Berbuntut Dirut TVRI Dicopot, Helmy Yahya Beri Bantahan

Tak Ada Laporan Beli Hak Siar Liga Inggris Berbuntut Dirut TVRI Dicopot, Helmy Yahya Beri Bantahan

Tak Ada Laporan Beli Hak Siar Liga Inggris Berbuntut Dirut TVRI Dicopot, Helmy Yahya Beri Bantahan
KOMPAS.com/Revi C Rantung
Helmy Yahya dan kuasa hukum, Chandra Marta Hamzah menyampaikan surat pembelaan di kawasan Taman Ria Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020) 

"Saya mencatat surat pemberhentian Dewan itu tanggal 4 Desember. Seharusnya Pak Helmy Yahya mempunyai kesempatan untuk memberikan pembelaan dirinya sampai 4 Januari dan waktu kesempatan itu belum diberikan," sambungnya.

Sementara itu, Jhony G Plate kembali menyebutkan agar TVRI segera menyelesaikan masalah internal tersebut.

Pihak Menkominfo pun siap untuk menjadi penengah atas kisruh tersebut.

“Kami menjembatani dengan niat yang baik hak-hak dan semangat karyawan dijaga,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam surat keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Pengawas LPP TVRI melalui surat Nomor 1582/1.1/TVRI/2019, menyatakan telah menonaktifkan Helmy Yahya sebagai dirut TVRI.

Penonaktifan Helmy Yahya tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penetapan Non-Aktif Sementara dan Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama LPP TVRI periode 2017-2022.

Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin tanggal 4 Desember 2019.

Jadi Dirut TVRI Periode 2017-2022

Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) menetapkan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI untuk periode 2017-2022.

Keputusan ini telah melewati penilaian uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon-calon direksi Anggota Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik TVRI.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved