Sejarah Patung Lembuswana yang Berubah Posisi dari Duduk menjadi Berdiri, Ini Penjelasannya

Jika sering berkunjung ke Pulau Kumala tentu tak asing dengan patung Lembuswana. Patung yang berada di ujung pulau mengarah Jembatan Kukar

Sejarah Patung Lembuswana yang Berubah Posisi dari Duduk menjadi Berdiri, Ini Penjelasannya
TRIBUN KALTIM
Patung Lembuswana di Tenggarong, Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Jika sering berkunjung ke Pulau Kumala tentu tak asing dengan patung Lembuswana. Patung yang berada di ujung pulau mengarah Jembatan Kukar itu menjadi satu dari beberapa titik yang patut dikunjungi ketika mampir ke Pulau Kumala.

Hewan mitologi masyarakat Kutai ini menjadi hewan yang disakralkan masyarakat Kutai. Konon Lembuswana ini merupakan kendaraan dari para raja Kutai terdahulu.

Beberapa sumber mengatakan Lembuswana merupakan kendaraan raja Mulawarman salah satu raja tersohor di kerajaan Kutai 1500 tahun silam.

Di masa lalu, sebagian besar penganut Shiwa di Nusantara percaya bahwa lembu merupakan kendaraan Dewa Shiwa.

Bahkan Raja Majapahit pun dilambangkan sebagai Shiwa. Hewan mitologi ini telah menjadi simbol keperkasaan dan kedaulatan seorang penguasa.

Unsur belalainya menandakan bahwa satwa ini juga perlambang sosok Ganesha, Dewa Kecerdasan yang merupakan dewa dalam ajaran Hindu.

Baca Juga;

18 Januari Jakarta Banjir Lagi, Gubernur Anies Baswedan Disorot Ketua Fakta, Pemprov Tidak Bergerak

Golden Tulip Indonesia Balikpapan Hotel dan Suite Sasar Millenial, Sambut Ibu Kota Baru di Kaltim

Sebelum Wafat, Lina Sempat Bahas Calon Istri Sule, Begini Pesan Ibu Rizky Febian pada Penggantinya

Halaman
123
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved