Setelah Bongkar Lem Aibon, William Aditya PSI Kritik Ide TOA Anies Baswedan, Mirip Perang Dunia II
Setelah bongkar anggaran Lem Aibon, William Aditya Sarana PSI kritik ide TOA Anies Baswedan, mirip Perang Dunia II.
TRIBUNKALTIM.CO - Setelah bongkar anggaran Lem Aibon, William Aditya Sarana PSI kritik ide TOA Anies Baswedan, mirip Perang Dunia II.
Kebijakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan terkait peringatan dini banjir menggunakan TOA mendapat kritik.
Politikus PSI William Aditya Sarana bahkan menyebut ide Anies Baswedan sangat tradisional.
Sebelumnya, Anies Baswedan meminta Lurah di DKI Jakarta berkeliling dan memeringatkan warganya menggunakan TOA sebelum banjir datang.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia ( PSI), William Aditya Sarana mengkritik ide Gubernur Jakarta Anies Baswedan soal TOA.
William Aditya Sarana menyebut saran Anies Baswedan agar Lurah keliling menggunakan TOA demi mengumumkan datangnya banjir sangatlah tradisional seperti Perang Dunia II.
Bersamaan kritikan itu, William Aditya Sarana memberikan solusi lain yang ia anggap lebih modern.
• Selain TOA Banjir, Ini Program Gubernur Jakarta Anies Baswedan Berharga Fantastis di Kolong Flyover
• Ade Armando Sebut Tim Bentukan Anies Baswedan untuk Atasi Banjir Berantakan, Naturalisasi tak Jalan
• Soroti Banjir Jakarta, Rocky Gerung Beber Potensi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Ada Dua Matahari
• NEWS VIDEO Jakarta Dilanda Banjir, Anies Baswedan Turun Langsung ke Lokasi
Dilansir Tribunnews.com, hal itu diungkapkan William dalam tayangan PRIMETIME NEWS di kanal YouTube metrotvnews, Minggu (19/1/2020).
Sebelumnya, William Aditya Sarana memang sudah terang-terangan meledek ide TOA Anies Baswedan seperti masa Perang Dunia II.
"Menurut saya, cara yang dipakai oleh Pak Gubernur menurut saya mirip dengan cara-cara Perang Dunia II, saya pernah bilang begitu kan," ujar William Aditya Sarana.
Meski demikian, William Aditya Sarana sebenarnya tahu ada ide Anies Baswedan yang lain dengan wujud TOA yang lebih canggih yang akan memakan anggaran Rp 4 miliar.
"Karena begini, ada dua jenis TOA sebenarnya yang ramai diperbincangkan hari-hari ini," kata William Aditya Sarana.
"Pertama yang canggih itu, yang Rp 4 miliar, yang satu lagi TOA yang biasa," jelasnya.
Namun William Aditya Sarana menyorot pada ide Anies Baswedan agar Lurah berkeliling kampung menggunakan TOA yang dinilai sangat ketinggalan zaman.
"Pak Gubernur kan bilang Lurah nanti keliling di kampung-kampung pakai TOA, jadi ada dua jenis TOA tuh," kata William Aditya Sarana.