Breaking News:

Mayat Balita Tanpa Kepala

Dititip di PAUD, Balita di Samarinda Ini Malah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala, Begini Nasib 2 Gurunya

Belakangan, sejumlah fakta baru terkuak dari temuan kasus mayat tanpa kepala di Samarinda tersebut, salah satunya adalah hasil tes DNA

14. Kondisi jasad mengenaskan saat ditemukan

LOKASI PENEMUAN MAYAT -Warga RT RT 30, Kelurahan Teluk Lerong Ilir menunjukkan lokasi penemuan mayat anak balita tak utuh tanpa kepala di parit aliran sungai Karang Asam Kecil bawah rumah tetangganya jalan Antasari 2 Gang 3, Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019).

TribunKaltim.co menemui seorang, Ika (35) yang pertama kali melihat sosok mayat anak dengan kondisi mengenaskan, tanpa kepala di parit posisi di bawah rumahnya berbahan kayu, Ika .

"Saat aktivitas pagi setelah bangun tidur saya pergi membuang sampah ke jalan Siradj Salman, kemudian kembali ke rumah.

Tapi saat membuka jendela kamar melihat ada sosok benda putih di parit posisinya tepat di bawah jendela kamar tapi saya lanjutkan aktivitas.

Namun beberapa menit kemudian saya kok masih penasaran dan kembali mengamati kedua kalinya benda tersebut lebih dicermati,

terlihat seperti bentuk kaki dan badan anak kecil tapi saya langsung panggil suami saya kemudian tetangga Pak Erki untuk turun ke parit mengecek dan Ketua RT,

kemudian memanggil polisi untuk memastikan sosok mayat yang ditemukan karena perasaan saya tidak enak,"tuturnya.

"Memang istri saya setelah bangun tidur kemudian membuka jendela kamar sekitar pukul 06.00 Wita, kondisi hari sudah agak terang perasaan istri tidak enak.

Biasanya kami melihat penampakan biawak hidup di parit tapi ini berbeda ternyata nampak mayat anak bayi tanpa ada kepalanya.

Saya dan istri tak punya firasat apapun mengenai kejadian ini.

Dan kami panggil tetangga pak Erki yang berani untuk mengambil sosok mayat tersebut," tambahnya.

Sementara Erki (38) warga RT 30 yang turun ke parit mengecek memastikan sosok tersebut mayat tak utuh berukuran sekitar 50 centimeter dengan kondisi berupa badan hingga kaki , sementara kedua tangan sudah rusak di parit aliran Sungai Karang Asam Kecil.

"Saya biasanya pagi berada di depan mengamati dan menyiapkann rombong pentol bakso dagangannya di halaman rumah, sebelum berangkat berjualan keliling dan biasa melihat tetangga Ika membuka jendela jika di pagi hari.

Dan tadi pagi saat duduk memang saya inisiatif turun ke parit sekitar pukul 8.00 Wita," ujarnya.

Ketika diparit bau mayat tidak terlalu menyengat dengan kondisi tak utuh rusak di bagian dada, kedua tangan kanan dan ada kayu kecil,

kedua kaki juga sudah berwarna pucat putih serta ada kayu batang pohon kecil sepanjang 30 cm menyangkut di celananya yang kotor.

Saya coba mengecek keadaan kelamin di celananya tapi kondisi sudak rusak dan segera saya angkat diserahkan ke tim medis dan relawan.

Cepatnya informasi yang menyebar membuat warga juga turut menyaksikan proses evakuasi.

Bahkan jembatan menuju depan rumah saya jadi dipenuhi warga yang menyaksikan termasuk pengamanan dari polisi sekitar pukul 10.00 Wita,"tuturnya.

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved