Breaking News:

Mayat Balita Tanpa Kepala

Dititip di PAUD, Balita di Samarinda Ini Malah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala, Begini Nasib 2 Gurunya

Belakangan, sejumlah fakta baru terkuak dari temuan kasus mayat tanpa kepala di Samarinda tersebut, salah satunya adalah hasil tes DNA

6. Kapolresta Samarinda Temui Orangtua Ahmad Yusuf Ghozali

KAPOLRESTA DATANGI RUMAH KELUARGA-Kedua orangtua balita Almarhum Ahmad Yusuf Ghozali yakni Bambang Sulistyo dan Melisari berdialog dengan Kapolresta Samarinda Kombespol Airf Budiman dan Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono bersama rombongan Polresta di rumah Keluarga , di jalan Gunung Lingai Gang Harapan Kita RT 03 Kelurahan Gunung Lingai RT 03 Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (12/12/2019).

Gali Informasi Tambahan, Kapolresta Samarinda Temui Orangtua Ahmad Yusuf Ghozali

Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman dan Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono mendatangi rumah keluarga Ahmad Yusuf Ghozali (4),

balita yang meninggal dengan organ tubuh tak lengkap, di Jalan Gunung Lingai Gang Harapan Kita RT 03 Kelurahan Gunung Lingai RT 03 Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (12/12/2019) kemarin.

Arif Budiman bersama rombongan bertemu dengan kedua orang tua Ahmad Yusuf Ghazali (4) yakni Bambang Sulistiyo (34) dan Melisari (30) serta Lukman dan sejumlah keluarga.

"Maksud kedatangan kami yakni mendengarkan informasi tambahan langsung dari keluarga.

Hari ini kita mendengarkan info tambahan dari keluarga, dan kasusnya sedang diselidiki. Untuk hasil dari tim forensik masih menunggu hasil tes DNA,"ujar Arif Budiman.

Pada saat dialog ibu dari Ahmad Ghozali Yusuf, Melisari (30) mengungkapkan, menitipkan anaknya sejak 11 November dan dari Senin sampai Jumat, dari pukul 11.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita dan biasanya dijemput suaminya, Bambang.

"Anak saya itu tergolong penakut, pernah suatu hari kondisi sehabis hujan Yusuf tidak berani berjalan dari lantai semen. Dalam ruangan berjalan kaki ke daerah basah saja tidak bisa, apalagi ada air.

Anak saya tidak berani jika ada air keluar ruangan apalagi kondisi hujan, apalagi saat itu Yusuf diketahui hilang di PAUD saat hujan," kata Melisari.

Sementara itu, Bambang Sulistyo (34) saat mengetahui kabar dari Kepala sekolah yang menelpon bahwa anaknya, Yusuf hilang, ia langsung mendatangi PAUD dan berusaha mencari dan dibantu relawan dan sejumlah aparat.

"Saat hujan reda sore itu saya langsung masuk ke parit dekat PAUD, yakni depan Dinkes Kaltim, jalan AW Syachranie untuk mencari keberadaan anak saya,

dengan dugaan terseret arus air saat genangan air memenuhi parit, dengan jarak parit cukup jauh dari PAUD, lebih dari 20 meter tapi belum membuahkan hasil,"katanya.

Paman dari Yusuf, Lukman (40) mengaku keluarga kooperatif dengan polisi.

"Setelah mengetahui anak, yakni keponakan ditemukan Kondisi tak utuh tangan tak utuh, tanpa kepala, itu tindakan yang keji dilakukan diduga oknum,

Dan menurut penjelasan dari pihak bunda atau guru yang di PAUD, bunda yang yang satu ke toilet kemudian ada anak-anak lain di ruangan selain Yusuf.

Kemudian bunda yang lain ada juga di ruangan PAUD.Bahkan setelah mendengar kabar Yusuf hilang kami menerima telpon dari nomer yang tak dikenal berupa sejumlah kabar anak kami ada di Bontang,

Lok Tuan juga Sebulu bahkan kami bersama anggota Polsek ke Sebulu membawa uang tebusan nyatanya hasilnya nihil,"kenangnya. (*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved