Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara Dianggarkan Rp 3 M dari APBD, Menyasar Daerah Tertinggal
Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara telah dianggarkan Rp 3 miliar dari APBD. Program ini akan menyasar Daerah Tertinggal
Penulis: Amiruddin | Editor: Samir Paturusi
Hingga saat ini, program Dokter Terbang telah menjangkau lebih 30 titik di Kaltara.
Jumlah pasien yang dilayani pun, telah mencapai delapan ribu lebih.
"Tahun 2014-2018 itu kami layani 4.550 pasien, dan 3.529 pada 2019 lalu," tutupnya.
Sementara itu, Layanan Dokter Terbang Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) telah berjalan sejak 2014 silam.
Layanan tersebut merupakan salah satu program Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie dan Udin Hianggio
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kaltara, Dedi Prasetya Nur, mengatakan layanan itu untuk menjangkau daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) di Kaltara.
Apalagi masih ada sejumlah wilayah di Kaltara, yang aksesnya sulit dijangkau.
"Program ini telah berjalan sejak tahun 2014 sampai sekarang. Kita datangkan dokter spesialis ke daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau," kata Dedi Prasetya Nur, saat didapuk menjadi narasumber di Respons Kaltara, Rabu (22/1/2020).
Masyarakat kata dia, sangat antusias dengan keberadaan program tersebut.
Baca Juga;
Dua Pengasuh Yusuf Gazali di PAUD Ditetapkan Sebagai Tersangka, Antara Pasrah dan Sulit Menerima
Temuan Mayat Balita Tanpa Kepala, Guru PAUD Samarinda Ini Tersangka, Begini Respon Ayah Yusuf Gazali
Statistik German Rivero Rekomendasi Mario Gomez, Buat Arema FC Tak Minat Lagi Striker Persib Bandung
Duo Brasil Belum Puaskan Robert Rene Alberts, Persib Cari Striker Asing Lagi?
Layanan tersebut mendatangkan dokter, seperti spesialis kandungan, jantung, anak, dan juga spesialis gigi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-acara-respon-kaltara.jpg)