Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara Dianggarkan Rp 3 M dari APBD, Menyasar Daerah Tertinggal
Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara telah dianggarkan Rp 3 miliar dari APBD. Program ini akan menyasar Daerah Tertinggal
Penulis: Amiruddin | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR -Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara telah dianggarkan Rp 3 miliar dari APBD. Program ini akan menyasar Daerah Tertinggal
Program Dokter Terbang yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, dipastikan berlanjut tahun ini.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kaltara, Dedi Prasetya Nur, saat menjadi narasumber dalam Respons Kaltara.
Acara tersebut dilaksanakan di Kedai 99, Jalan Lembasung, Tanjung Selor, Kaltara.
Dedi mengatakan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, program Dokter Terbang tahun ini, kembali menyasar daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) Kaltara.
"Rencana kita tahun ini, program Dokter Terbang bakal menyasar warga di Long Peso, Tana Kuning, Sanur, Long Bia, Bunyu, dan daerah yang aksesnya sulit lainnya," kata Dedi Prasetya Nur, Rabu (22/1/2020).
Program tersebut rencananya mulai dilaksanakan awal Februari mendatang.
• Curhat 3 Desainer Balikpapan Terkait Tantangan Fashion Lokal Seiring Ibu Kota Baru di Kaltim
• Presiden Jokowi Inginkan Tahun 2024 Pindah Semua, Draf RUU Ibu Kota Baru Masuk Babak DPR
• Alibaba Cloud Bakal Ikut Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur
• Ibu Kota Baru Indonesia, Jokowi Ingin Bak London New York Masdar City Konsep Metropolitan Smart City
Program Dokter Terbang tahun ini, mendapat suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara Tahun 2020.
Jumlah anggaran yang dialokasikan buat program Gubernur Irianto Lambrie dan Wakil Udin Hianggio, itu mencapai Rp 3 miliar.
"Alokasi anggaran Rp 3 miliar itu sebenarnya terbagi. Ada buat honor dokter spesialis, konsumsi, akomodasi dan transportasi," ujarnya.
Anggaran Rp 3 miliar tersebut, kata dia, telah sesuai dengan lokasi, dan termasuk obat yang akan disiapkan.
Untuk alat kesehatan (alkes), diperuntukan buat perawatan dan pemeliharaan saja.
"Apalagi harga alkes juga mahal, dan pesan Pak Sekda Kaltara, agar alkesnya dijaga dan dirawat," tuturnya.
Dedi berharap, support segenap stakeholder dalam menyukseskan progam Dokter Terbang tersebut.
Apalagi manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat Kaltara, yang berada di DTPK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-acara-respon-kaltara.jpg)