Rabu, 8 April 2026

Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara Dianggarkan Rp 3 M dari APBD, Menyasar Daerah Tertinggal

Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara telah dianggarkan Rp 3 miliar dari APBD. Program ini akan menyasar Daerah Tertinggal

Penulis: Amiruddin | Editor: Samir Paturusi
Tribunkaltim.co, Amiruddin
Suasana Respons Kaltara di Kedai 99, Jl Lembasung Tanjung Selor, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR -Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara telah dianggarkan Rp 3 miliar dari APBD. Program ini akan menyasar Daerah Tertinggal

Program Dokter Terbang yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, dipastikan berlanjut tahun ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kaltara, Dedi Prasetya Nur, saat menjadi narasumber dalam Respons Kaltara.

Acara tersebut dilaksanakan di Kedai 99, Jalan Lembasung, Tanjung Selor, Kaltara.

Dedi mengatakan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, program Dokter Terbang tahun ini, kembali menyasar daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) Kaltara.

"Rencana kita tahun ini, program Dokter Terbang bakal menyasar warga di Long Peso, Tana Kuning, Sanur, Long Bia, Bunyu, dan daerah yang aksesnya sulit lainnya," kata Dedi Prasetya Nur, Rabu (22/1/2020).

Program tersebut rencananya mulai dilaksanakan awal Februari mendatang.

 Curhat 3 Desainer Balikpapan Terkait Tantangan Fashion Lokal Seiring Ibu Kota Baru di Kaltim

 Presiden Jokowi Inginkan Tahun 2024 Pindah Semua, Draf RUU Ibu Kota Baru Masuk Babak DPR

 Alibaba Cloud Bakal Ikut Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur

 Ibu Kota Baru Indonesia, Jokowi Ingin Bak London New York Masdar City Konsep Metropolitan Smart City

Program Dokter Terbang tahun ini, mendapat suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara Tahun 2020.

Jumlah anggaran yang dialokasikan buat program Gubernur Irianto Lambrie dan Wakil Udin Hianggio, itu mencapai Rp 3 miliar.

"Alokasi anggaran Rp 3 miliar itu sebenarnya terbagi. Ada buat honor dokter spesialis, konsumsi, akomodasi dan transportasi," ujarnya.

Anggaran Rp 3 miliar tersebut, kata dia, telah sesuai dengan lokasi, dan termasuk obat yang akan disiapkan.

Untuk alat kesehatan (alkes), diperuntukan buat perawatan dan pemeliharaan saja.

"Apalagi harga alkes juga mahal, dan pesan Pak Sekda Kaltara, agar alkesnya dijaga dan dirawat," tuturnya.

Dedi berharap, support segenap stakeholder dalam menyukseskan progam Dokter Terbang tersebut.

Apalagi manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat Kaltara, yang berada di DTPK.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved