Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara Dianggarkan Rp 3 M dari APBD, Menyasar Daerah Tertinggal
Program Dokter Terbang di Kalimantan Utara telah dianggarkan Rp 3 miliar dari APBD. Program ini akan menyasar Daerah Tertinggal
Penulis: Amiruddin | Editor: Samir Paturusi
Sehingga kendala yang dialami masyarakat yang aksesnya sulit, bisa terlayani semua dengan baik.
Dedi mencontohkan, apresiasi yang diberikan salah seorang tokoh adat di Pujungan.
Pujungan merupakan salah satu kecamatan, yang berada di Kabupaten Malinau, Kaltara.
"Mereka mengaku sangat terbantu, karena untuk ke kota berobat, itu sangat sulit aksesnya," ujarnya.
Bukan hanya itu, jika warga ke kota berobat, belum tentu dokter spesialis berada di rumah sakit.
Hingga saat ini, program Dokter Terbang telah menjangkau lebih 30 titik di Kaltara.
Jumlah pasien yang dilayani pun, telah mencapai delapan ribu lebih.
Baca Juga;
Pengakuan Aji Santoso Singgung Peluang Andik Vermansah dan Osvaldo Haay Perkuat Persebaya Surabaya
Sahabat Lina Zubaedah Ungkap Sejumlah Aset Mantan Istri Sule Dikelola Saudara Teddy, Termasuk Ruko
Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 22 Januari 2020, Sagitarius Butuh Terapi, Pisces Liburan Keluarga
Segera Menikah, Ini 7 Fakta Calon Istri Sule: Ternyata Baru Kenal, Tak Ingin Seperti Mendiang Lina
"Tahun 2014-2018 itu kami layani 4.550 pasien, dan 3.529 pada 2019 lalu," tuturnya.
Dedi berharap program tersebut, bisa dimanfaatkan oleh warga Kaltara.
Utamanya daerah yang masuk kategori DTPK di Kaltara.
"Sebelum kami datang ke suatu daerah, kami koordinasi dulu dengan pemerintah setempat. Jadi pas kami datang, langsung memberi pelayanan ke warga yang hendak berobat," tuturnya (Tribunkaltim.co/Amiruddin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-acara-respon-kaltara.jpg)