Kamis, 7 Mei 2026

Melihat dari Dekat Penanganan Pasca Tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC)

PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Kutai Timur, sudah mempersiapkan rencana-rencana pasca tambang

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
Melihat dari Dekat Penanganan Pasca Tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - PT Kaltim Prima Coal ( KPC ) sebagai salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Kutai Timur, sudah mempersiapkan rencana-rencana pasca tambang.

Tak hanya lingkungan area tambang yang sudah dieksploitasi, tapi pembinaan pada masyarakat pun jadi perhatian.

Awak Tribun Kaltim yang terdiri dari Pemimpin Perusahaan Hadrianus Tjiptyantoro, Pemimpin Redaksi Ade Mayasanto dan Koordinator Editorial Business Development, Fransina Luhukay berkesempatan melihat dari dekat area-area pasca tambang yang sudah dikelola dengan baik oleh perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu.

Bersama Manager External Relation, Yordhen Ampung dan Superitendent Media Relation, Felly Lung, rombongan Tribun Kaltim diajak melihat-lihat kawasan nursary yang melakukan pembibitan pada lebih 20 jenis tanaman khas Kalimantan.

Baik tanaman kayu, tanaman buah maupun tanaman obat.

Di tempat ini, ratusan tanaman ditumbuhkembangkan dalam polibag hingga tiba saatnya untuk ditanam di area reklamasi.

Baca juga: KPC Serahkan Empat Rumah Dinas Kodim 0909 Sangatta Kutai Timur, Ini Harapan Bupati Ismunandar

Baca juga: KPC Beri Beasiswa Doktoral untuk Tiga Dosen STIPER

Baca juga: Gandeng STP Bandung, KPC dan Pemkab Kutai Timur Tingkatkan Wisata Sekerat

Baca juga: Raih Delapan Penghargaan IMA 2019, KPC Pembayar PNBP Tertinggi Capai Rp 6,5 Triliun

Melihat dari dekat area perencanaan pasca tambang di lingkungan PT KPC.
Melihat dari dekat area perencanaan pasca tambang di lingkungan PT KPC. (TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA)

Di antara puluhan jenis bibit yang ada, terdapat tanaman kayu putih, sambiloto, meranti, durian dan ulin.

Dari situ, rombongan diajak ke area reklamasi yang berada di D2 Surya eks pit Surya.

Di dalam kawasan seluas 22,34 hektar tersebut, terdapat 23 species tanaman pioneer dan buah, 11 species diptericapacea dan 13 species endemic dan langka.

"Kawasan reklamasi ini mulai ditanami sejak Februari 1996, dengan tanaman buah. Kemudian pada 2001, mulai ditanami pohon keras, seperti ulin dan meranti. Disusul tanaman endemik dan langka pada Juni 2006," kata Yordhen.

Pemanfaatan lubang tambang juga ditunjukkan PT KPC dengan membuat empang tempat berkembangbiaknya ikan-ikan air tawar, di antaranya nila, patin dan bawal air tawar, bernama Telaga Batu Arang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved