Sabtu, 25 April 2026

Waspada Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Kalimantan Utara Temukan 1.300 Kasus Selama 2019

Penyakit yang menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, bisa mengancam jiwa penderitanya.

Penulis: Amiruddin | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO/ AMIRUDDIN
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltara, Agust Suwandy 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ), meminta masyarakat turut mewaspadai penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

Penyakit yang menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, bisa mengancam jiwa penderitanya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltara, Agust Suwandy.

Penyakit DBD kata Agust, jika lambat dideteksi dan ditangani, tingkat kematiannya terbilang tinggi.

BACA JUGA

BREAKING NEWS Dianggap Meresahkan Masyarakat Belasan Anak Punk Diamankan Satpol PP Berau

NEWS VIDEO Diamankan Satpol PP Berau, Belasan Anak Punk di Hukum Menyanyi

Tak Hanya dari Berau, Anak Punk yang Diamankan Satpol PP Berau Berasal dari Kabupaten Ini

Gubernur Isran Noor Ancam Pembangunan IKN Distop Jika Rusak Hutan, Desain Ibukota Dibagi 7 Cluster

"Jadi selain virus Corona, virus DBD ini juga sangat perlu diwaspadai masyarakat di Kaltara.

Apalagi penyakit DBD itu, terkait dengan pola perilaku manusia," kata Agust Suwandy, kepada Tribunkaltim.co, Kamis (6/2/2020).

Agust Suwandy menambahkan, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, terdapat sekitar 1.300 kasus yang ditangani 2019 lalu.

Penderita DBD itu, tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltara, Agust Suwandy
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltara, Agust Suwandy (TRIBUNKALTIM.CO/ AMIRUDDIN)

BACA JUGA

19 Mahasiswa Kalimantan Utara Jalani Masa Inkubasi di Natuna, Begini Kondisinya

Buka 2 Jalur dan 24 Jam, Jalan Sinar Mas Land Boulevard Balikpapan akan Diresmikan 24 Februari 2020

Terima Laporan Warga yang Dimintai Surat Bebas Corona Saat Urus Visa, Walikota Balikpapan Bingung

Pantau Tes CPNS, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut Nilai Tidak Bisa Direkayasa

"Angka kematiannya juga cukup tinggi.

Kami belum punya data 2020, tetapi 2019 itu sekitar 1.300 kasus di Kaltara," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Tarakan, dr Wayan Sukadana.

Menurut Wayan, virus DBD terjadi hampir setiap tahun.

Utamanya saat memasuki pergantian musim.

"Di Tarakan saat ini banyak pasien DBD yang kami tangani.

Penyakit DBD itu tidak mengenal kelompok umur, makanya sangat berbahaya," ujar Wayan Sukadana.

Wayan berharap, masyarakat Kaltara membiasakan pola hidup sehat, agar terhindar dari penyakit DBD, dan virus lainnya.

BACA JUGA

Pengakuan IRT Asal Sebatik Pemilik Sabu 5,88 Kg, 3 Kali Jadi Kurir Narkoba Karena Alasan Ekonomi

Buron Selama Satu Tahun Lebih, Ikram Akhirnya Dibekuk Polisi Usai Menganiaya Pasutri di Balikpapan

Fakta Lain di Balik Ancaman Gubernur Kaltim Isran Noor Terkuak, Benarkah Proyek IKN Merusak Hutan? 

BREAKING NEWS Miliki Sabu 2 Kg, Tiga Pemuda Diringkus Resnarkoba Polres Tarakan Kalimantan Utara

 (Tribunkaltim.co/Amiruddin)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved