Jumat, 24 April 2026

Berita Kaltara Terkini

Tarakan Bebas Flu Burung, Ini Perbedaan dengan Penyakit Newcastle Disease pada Ayam

Tarakan masih bebas flu burung. Dinas jelaskan perbedaan dengan penyakit ND dan langkah antisipasi dini

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
AKTIVITAS PENJUALAN AYAM - Suasana penjualan ayam di Pasar Tenguyun Kota Tarakan. Tarakan masih bebas flu burung. Dinas jelaskan perbedaan dengan penyakit ND dan langkah antisipasi dini. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Ringkasan Berita:
  • Tarakan dinyatakan masih bebas kasus flu burung berdasarkan hasil monitoring aktif.
  • Penyakit Newcastle Disease (ND) hanya menular antar unggas dan tidak berbahaya bagi manusia.
  • Tingkat kematian ayam di Tarakan masih normal, berkisar 1-2 persen dari populasi

TRIBUNKALTIM.CO - Pihak medik veteriner dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan memastikan bahwa hingga saat ini wilayah Tarakan masih berstatus bebas dari kasus flu burung. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh drh Richard, Medik Veteriner pada Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan).

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara aktif melalui sistem pelaporan berbasis masyarakat.

Pelibatan berbagai elemen seperti peternak, pelaku usaha, RT, RW, Babinkamtibmas, hingga Babinsa menjadi bagian penting dalam deteksi dini penyakit unggas.

“Monitoring dan pengawasan dilakukan berdasarkan laporan. Jika ada indikasi kematian ayam secara massal atau gejala mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melapor,” jelasnya.

Baca juga: Pasar Tenguyun Tarakan Sepi Pembeli Ayam Usai Tersiar Kabar Flu Burung

Perbedaan Flu Burung dan Penyakit Newcastle Disease

Dalam penjelasannya, drh Richard menegaskan bahwa terdapat penyakit lain yang kerap disalahartikan sebagai flu burung, yakni Newcastle Disease (ND) atau yang dikenal sebagai penyakit ngorok.

Gejala awal kedua penyakit ini memang dapat terlihat serupa, seperti kematian ayam dalam jumlah banyak dan dalam waktu cepat. Namun, terdapat perbedaan mendasar terutama dari sisi dampaknya terhadap manusia.

“ND hanya menular antar unggas dan tidak bersifat zoonosis, artinya tidak menular ke manusia,” tegasnya.

Untuk memastikan diagnosis yang akurat, setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel yang kemudian diuji di laboratorium terakreditasi, seperti UPTD Laboratorium Provinsi Kalimantan Utara maupun Balai Veteriner Banjarbaru.

Respons Cepat dan Langkah Biosekuriti

Kabid Peternakan dan Keswan, Paulus D, menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya menunggu hasil uji laboratorium, tetapi juga langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan jika ditemukan kasus kematian unggas dalam jumlah signifikan.

Baca juga: Wawali Tarakan Wanti-wanti LPG Naik: Jangan Sampai Mahal Tapi Langka

Langkah biosekuriti juga diterapkan secara ketat guna mencegah penyebaran penyakit, termasuk pengawasan terhadap lalu lintas unggas yang masuk ke wilayah Tarakan.

Kondisi Peternakan Masih Stabil

Hingga saat ini, kondisi peternakan ayam di Tarakan dinilai masih dalam batas normal. Berdasarkan data terbaru, tingkat kematian ayam hanya berkisar antara 1 hingga 2 persen dari total populasi.

Pemerintah juga terus melakukan pendataan dan pemantauan langsung ke wilayah peternakan, termasuk kawasan Juata.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved