Anggaran Pembangunan Soeharto Lebih Besar dari Jokowi, Jusuf Kalla: Soekarno Bersatu Tapi Tak Maju

Anggaran pembangunan Soeharto lebih besar dari Jokowi, Jusuf Kalla: Soekarno bersatu tapi tak maju

Anggaran Pembangunan Soeharto Lebih Besar dari Jokowi, Jusuf Kalla: Soekarno Bersatu Tapi Tak Maju
Capture Youtube Najwa Shihab
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tertawa saat presenter Najwa Shihab bertanya mengenai kemungkinann Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto berada dalam kursi Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. 

Jusuf Kalla menyoroti perbedaan anggaran pembangunan yang lebih besar di era Soeharto.

"Dulu zaman Pak Harto anggaran pembangunan hampir 50 persen, sekarang ini kurang daripada 20 persen," jelasnya.

Merujuk perbedaan tersebut, JK berharap agar masyarakat Indonesia dapat mengerti dan mendukung pemerintahan saat ini melalui cara berhemat agar dapat memajukan Indonesia.

"Artinya kita harus menyadari juga, semua orang harus ikat pinggang dan mengutamakan bagaimana mencapai kemajuan itu dari sisi mana pun," terangnya.

Jusuf Kalla mengingatkan tidak mungkin suatu negara mampu mencapai kemajuan sedangkan di sisi lain memiliki gaya hidup boros.

"Kita tidak mungkin mencapai dua, kita boros, kemudian ingin maju, ndak ada negara seperti itu," katanya.

Ia mencontohkan bagaimana Korea yang kini sudah termasuk negara maju namun tetap memiliki gaya hidup hemat demi menunjang perekonomian dalam negeri.

"Korea sekarang juga boleh rakyatnya sudah maju, tapi kalau ke luar negeri dibatasi," jelas Jusuf Kalla.

"Masih berhemat, masih memajukan industri walau pun sudah maju."

Mantan pendamping Presiden SBY itu menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat di Korea berbanding terbalik dengan Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved