Karier

Gaji Tinggi Tak Jamin Karyawan Betah, Jika Ingin Resign, Berikut Etika yang Perlu Diperhatikan

Gaji Tinggi Tak Jamin Karyawan Betah, Jika Ingin Resign, Berikut Etika yang Perlu Diperhatikan

Gaji Tinggi Tak Jamin Karyawan Betah, Jika Ingin Resign, Berikut Etika yang Perlu Diperhatikan
istockphoto.com
Gaji Tinggi Tak Jamin Karyawan Betah, Jika Ingin Resign, Berikut Etika yang Perlu Diperhatikan 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Gaji Tinggi Tak Jamin Karyawan Betah, Jika Ingin Resign, Berikut Etika yang Perlu Diperhatikan

Bagi sebagian orang, penghasilan tinggi dari pekerjaan bukan segalanya.

Bergelimang uang dari gaji tinggi tak menjamin seseorang betah bertahan di perusaahaan.

Namun sebaliknya, tak bisa dipungkiri, banyak pula karyawan yang memutuskan resign karena masalah gaji yang kurang.

Pada dasarnya, resign merupakan pilihan karena berbagai alasan.

Resign banyak pula disebabkan karena lingkungan kerja yang dinilai karyawan sudah tak cocok dengannya.

Kemudian pekerjaan yang berat dan kebosanan dengan rutinitas harian yang melelahkan.

Dikutip dari Intisari, Sabtu (15/2/2020), staf profesional Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT-UI) Riza Karim menjelaskan, keputusan resign biasanya diambil ketika seorang karyawan sudah merasa tak ada lagi tantangan dalam pekerjaannya.

“Ia butuh tantangan dalam pekerjaan, agar terangsang untuk bekerja sebaik-baiknya. Jika ia bisa bekerja dengan baik maka ia merasa berhasil," jelas Riza.

Bila perusahaan menyadari bahwa karyawan telah bekerja keras dan berjasa pada perusahaan dan perusahaan pun telah memberi imbalan dengan adil berupa gaji dan kesejahteraan memadai, mengapa tetap saja tumbuh rasa tidak puas pada beberapa karyawan?

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved