Kisah Mahasiswa dari China
Momen Tersulit Saat Rizka Nurazizah Masih di Hubei, Sulit Dapatkan Kebutuhan Pokok
Momen tersulit yang dirasakan Rizka Nurazizah saat masih di Hubei, China. Salah satunya sulit mendapatkan kebutuhan pokok
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA -Momen tersulit yang dirasakan Rizka Nurazizah saat masih di Hubei, China. Salah satunya sulit mendapatkan kebutuhan pokok
Rizka Nur Azizah, 21 tahun sangat bersyukur bisa kembali ke Samarinda, lolos dari wabah Virus Corona di Cina.
"Alhamdulillah perasaannya sudah pasti senang, lega, bersyukur kepada Allah SWT yang masih memberikan kesehatan," kata Rizka memulai jawaban wawancara Tribunkaltim.co, Senin (17/2/2020).
Rizka merupakan mahasiswi semester enam di Hubei Polytechnic University.
Warga Loa Bakung tersebut menargetkan dirinya bisa lulus pada 2023 mendatang.
Dirinya bercerita masa tersulit di China saat Virus Corona merebak.
"Minggu tersulit di Hubei saat lockdown, semua transportasi dibekukan. Tempat publik ditutup," kata Rizka.
Baca Juga
• Modus Pengetap di SPBU Sengkawit, Modifikasi Tangki BBM Hingga Pasang Mesin Penyedot
• Usai Jaring Puluhan Sepeda Motor, Polres Bulungan Sasar Mobil Pengetap di SPBU Sengkawit
• Pasca Penertiban Pengetap di SPBU Sengkawit, Kapolres Bulungan Sebut Bikin Kapok Pengetap
• Terjaring di SPBU Sengkawit, Pengetap Terancam Undang-undang Migas dan Lalulintas
Masyarakat lalu berbondong-bondong membeli bahan baku makanan, sehingga stok menipis karena permintaan tinggi sementara suplai barang ke Provinsi Hubei tidak lagi berjalan lancar. Bahan makanan pun sangat sulit didapat.
"Apalagi adanya kebijakan kampus yang menutup seluruh gerbang agar kami tidak keluar.
Tapi, setelah itu Alhamdulillah ada bantuan dana dari KBRI dan kampus menyediakan makanan ke mahasiswanya," jelas Rizka.
Rizka tiba di Samarinda Minggu (16/2/2020). Senin pagi tadi (17/2/2020) ia bersama empat mahasiswi lainnya menghadiri undangan Walikota Samarinda Syaharie Jaang, untuk bertemu di Ruang VIP Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.
Pemkot Samarinda menanyakan tentang situasi di Cina, Natuna, dan spesifik soal kendala pendidikan.
Mahasiswi asal China, selain Rizka, ada Dexi Felia, Fatimah, Luklu, dan Faravita menjelaskan, kendala yang mereka wanti-wanti adalah terkait kewajiban penyetaraan ijazah di Indonesia.
Sementara itu, Pemkot Samarinda berharap mahasiswi asal China yang merupakan calon dokter tersebut untuk kembali ke Samarinda setelah lulus nanti untuk mengabdi.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang baru saja menjalani masa karantina di Natuna menyambangi rumah jabatan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, di Kota Samarinda Kalimantan Timur pada Senin (17/2/2020).
Mahasiswa yang kuliah di China menemui Syaharie Jaang di Ruang VIP rumah jabatan Wali Kota Samarinda.
Dari pantauan Tribunkaltim.co, sekitar 4 mahasiswa bersama orangtua mereka menemui Syaharie Jaang.
Dan Syaharie Jaang berdiskusi bersama para mahasiswa tersebut.
Tak ingin suasana tegang, Syaharie Jaang menanyakan kepada salah satu mahasiswi.
Apakah selama di China pernah menggunakan bahasa daerah?
Baca Juga:
• Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Viral Apartemen Borneo Bay City, Begini Tanggapan Kementerian ATR
• Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021
"Selama di China pernah bahasa Banjar gak," tanya Jaang, disambut tawa tamu yang hadir.
"Saya suka sih pak pakai bahasa daerah kalau ketemu sesama banjar," jawab salah satu mahasiswi.

Tentu Syaharie Jaang berharap, kepada para mahasiswa dan mahasiswa yang hadir di ruangannya.
Baca Juga:
• Sesumbar Gubernur Kaltim Isran Noor Bakal Stop Pembangunan Ibu Kota Negara Jika Ini yang Terjadi
• Gubernur Isran Noor Stop Proyek IKN Jika Rusak Hutan, Luas Ibu Kota Baru Vs Perkebunan Sawit Kaltim
• Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kaltim
• Kalimantan Timur jadi Ibu Kota Negara, Permintaan Properti Ternyata Belum Signifikan
Agar nantinya usia lulus kuliah, dapat kembali mengabdi ke Kota Tepian, Samarinda Kalimantan Timur.
"Kami sangat ingin sih pak. Tapi ada kendala, yaitu penyetaraan pendidikan yang sangat sulit di Indonesia," jelas salah satu mahasswi yang hadir.
Baca Juga:
• NEWS VIDEO Ria Ricis Youtuber Ternama Bakal ke Balikpapan Kalimantan Timur
• Youtuber Ria Ricis Sambangi Plaza Balikpapan, Ngobrol Soal Film Ini, Catat Jadwal Kedatangannya
• Ibu Kota Baru di Kalimantan Adopsi One River One Management, Bappenas Sebut Keterpaduan Hulu Hilir
Selain bertemu Syaharie Jaang, sejumlah pejabat Balai Kota.
Juga turut hadir menemui mahasiswa asal China yang baru saja menjalani masa karantina.
Baca Juga:
• Agenda Valentine Day di Plaza Balikpapan, Meet and Greet Ria Ricis Sampai Food dan Kids Festival
• 14 Februari Ria Ricis di Plaza Balikpapan, Ngobrol Aku Tahu Kapan Kamu Mati, Film Indonesia Terbaru
• Bendungan Sepaku Penajam Jamin Pasokan Air Bersih, Siasat Musim Kemarau di Lokasi Ibu Kota Baru
Seluruh mahasiswa asal Kaltim yang kuliah di China dipastikan negatif virus Corona.
Hingga berita ini diterbitkan, pertemuan yang dimulai sekira pukul 08.00 Wita masih berlangsung.
(Tribunkaltim.co/Sapri Maulana)