Kecelakaan Motor vs Truk

Laka Maut di Bontang, Pengendara Motor Jalani Diversi, Truk Trailer Kena Denda Tilang

Pengendara motor yang terlibat dalam kecelakaan maut di Jalan Bhayangkara Bontang Kalimantan Timur. Kepolisian telusuri ini.

TribunKaltim.Co/Muhammad Fachri Ramadhani
Pengendara motor yang terlibat dalam kecelakaan maut di Jalan Bhayangkara Bontang Kalimantan Timur masih berusia 12 tahun. Namun, dari hasil olah TKP dan gelar perkara kepolisian dalam kecelakaan maut tersebut posisi kurang menguntungkan memihak kepada pengendara motor ketimbang truk trailer muatan tiang pancang beton. 

Sementara truk trailer yang bisa dikatakan tak bersalah dalam kecelakaan maut tersebut, tak lepas dari sanksi kepolisian begitu saja. Patut diketahui, truk tersebut merupakan kendaraan operasional pengangkut material PT Energi Unggu Persada yang sedang membangun pabrik CPO di Kota Bontang.

Baca Juga:

 Sesumbar Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor Bakal Stop Pembangunan Ibu Kota Negara Jika Ini yang Terjadi

 Gubernur Isran Noor Stop Proyek IKN Jika Rusak Hutan, Luas Ibu Kota Baru Vs Perkebunan Sawit Kalimantan Timur

 Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kalimantan Timur

Nah, kendaraan yang memuat tiang pancang beton tersebut juga terbukti melanggar jam edar operasional yang tertuang dalam dokumen andalalin. Sehingga kepolisian tetap menjatuhkan sanksi berupa denda tilang.

"Dia (truk) melanggar jam operasional, bila sesuai andalalin. Dia kita lakukan tindkaan dengan tilang. Dia melanggar operasional. Kalau dari kami tilang. Denda tilang gak besar Rp250 ribu dan 1 bulan ancaman kurungan. Itu sanksi pelanggarannya," ungkapnya.

Baca Juga:

 Wagub Kaltim Beberkan Ibu Kota Negara Tidak akan Bermanfaat Jika Warganya Tidak Dibekali Hal Ini

 Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Viral Apartemen Borneo Bay City, Begini Tanggapan Kementerian ATR

 Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021

Apabila mereka kedapatan mengangkut material di luar jam edar kembali, kemudian terus berulang, bisa saja izin operasional mereka dicabut. Sebab itu, perwira polisi 3 balok di pundak tersebut mengimbau agar kendaraan muatan PT EUP tetap mematuhi jam operasional sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dokumen andalalin.

Kasus Kecelakaannya Naik ke Penyidikan

Belum lama ini perkara kecelakaan maut yang melibatkan truk trailer dan motor di Jalan Bhayangkara Bontang naik tahap penyidikan.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Bontang, AKP Imam Syafi'i kepada Tribunkaltim.co, Kamis (20/2/2020).

"Minggu kemarin gelar pekara. Setelah itu kita lakukan pendalaman lagi, baru pada Selasa (19/2) naikkan ke tahap penyidikan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved