Burung Rangkong
Mengaku Sayang, Pemelihara Burung Rangkong di Berau Enggan Serahkan ke Petugas BKSDA
Mengaku sudah sayang, pemelihara Burung Rangkong di Kabupaten Berau enggan serahkan kepada petugas BKSDA
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
Burung enggang menghuni seluruh hutan di Pulau Kalimantan, tempat tinggal Suku Dayak.
Ada beberapa spesies yang tinggal di Kalimantan, antara lain Buceros rhinoceros dan Buceros bicornis.
Burung enggang, yang dikenal juga dengan nama burung tingang umumnya berbulu hitam dengan paruh berwarna cerah.
Burung ini biasanya sering terlihat di puncak-puncak pohon tinggi.
Burung ini menjadi simbol dari sesuatu yang berasal dari tempat tinggi.
Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ( Kaltim ) mengevakuasi burung Rangkong yang dipelihara warga.
Tepatnya di Gang Elang, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Jumat (21/2/2020)
Burung Rangkong yang diperkirakan berumur enam bulan itu dipelihara seorang warga.
Menurut keterangan pemilik yang enggan disebut namanya, mengaku mendapatkan Burung Ranggong dari orang asli Dayak dengan cara dibeli.
Ia juga telah memelihara Rangkong tiga bulan terakhir usai dibeli.
"Aku membeli dari orang Dayak kan, saat itu mereka membawa dua ekor dan dikasih aku ini untuk dibeli," kata Perempuan yang tak mau disebutkan namanya itu.
Baca Juga;
Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 21 Februari 2020, Taurus Ekspresikan Perasaan, Cancer Tenggelam Emosi
Hanya Bambang Pamungkas Saat Pembagian Medali Piala Gubernur Jatim, Kemana Skuad Persija?
Hasil Liga Europa, Gol Perdana Christian Eriksen Bikin Inter Milan Menang di Markas Ludogorets
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-burung-rangkong-yang-dipelihara-warga-di-gang-elang.jpg)