Kamis, 23 April 2026

Burung Rangkong

Mengaku Sayang, Pemelihara Burung Rangkong di Berau Enggan Serahkan ke Petugas BKSDA

Mengaku sudah sayang, pemelihara Burung Rangkong di Kabupaten Berau enggan serahkan kepada petugas BKSDA

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/Ikbal Nurkarim
Kondisi Burung Rangkong yang dipelihara warga di Gang Elang, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Jumat (21/2/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -Mengaku sudah sayang, pemelihara Burung Rangkong di Kabupaten Berau enggan serahkan kepada petugas BKSDA 

Pemilik Burung Ranggong di Gang Elang, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, enggan melepaskan burung peliharaannya ke petugas BKSDA Kabupaten Berau.

Meski dibantu aparat Kepolisian untuk evakuasi burung tersebut, sang pemilik yang enggan disebut namanya itu tetap tak mau menyerahkannya.

Meski sang pemilik tahu, jika burung tersebut hewan dilindungi Ia tetap tak mau menyerahkannya ke pihak BKSDA.

"Saya terlanjur sayang pak, saya pelihara ini sejak kecil saat itu masih kurus bahkan sayapnya sempat patah dan semenjak saya pelihara sudah gemuk seperti saat ini," katanya.

Iapun mengajukan persyaratan ganti rugi kepetugas BKSDA agar Ia mau melepaskan Burung Ranggong peliharaannya tersebut.

Baca Juga;

Virus Corona Hantui Korea, BTS hingga Zico Batal Tampil di SBS Inkigayo Super Concert di Daegu?

Tumpah Ruah Bonek Rayakan Kemenangan Persebaya Surabaya atas Persija Jakarta, Rindu Juara?

China Uji Klinis, Mengenal Chloroquine Phosphate Solusi Virus Corona, Sudah Dipakai 70 Tahun Lalu

Gagal di Piala Gubernur Jatim 2020, Arema FC Ingin Pinjam 2 Pemain Persija

"Saya membeli ini dari Suku Dayak Rp 500 ribu, kalau kalian mau maka gantikan uang saya," tuturnya.

Sang pemilik menjelaskan sejumlah orang telah menawar Burung Ranggong tersebut, namun tak Ia jual karena mengaku sudah sayang.

Meski demikian Burung Ranggong tersebut tetap dievakuasi petugas BKSDA Kabupaten Berau.

Burung rangkong atau biasa dikenal burung Enggan itu termasuk burung yang dianggap penting oleh beberapa suku di Indonesia, termasuk Suku Dayak.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved