Burung Rangkong
Mengaku Sayang, Pemelihara Burung Rangkong di Berau Enggan Serahkan ke Petugas BKSDA
Mengaku sudah sayang, pemelihara Burung Rangkong di Kabupaten Berau enggan serahkan kepada petugas BKSDA
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -Mengaku sudah sayang, pemelihara Burung Rangkong di Kabupaten Berau enggan serahkan kepada petugas BKSDA
Pemilik Burung Ranggong di Gang Elang, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, enggan melepaskan burung peliharaannya ke petugas BKSDA Kabupaten Berau.
Meski dibantu aparat Kepolisian untuk evakuasi burung tersebut, sang pemilik yang enggan disebut namanya itu tetap tak mau menyerahkannya.
Meski sang pemilik tahu, jika burung tersebut hewan dilindungi Ia tetap tak mau menyerahkannya ke pihak BKSDA.
"Saya terlanjur sayang pak, saya pelihara ini sejak kecil saat itu masih kurus bahkan sayapnya sempat patah dan semenjak saya pelihara sudah gemuk seperti saat ini," katanya.
Iapun mengajukan persyaratan ganti rugi kepetugas BKSDA agar Ia mau melepaskan Burung Ranggong peliharaannya tersebut.
Baca Juga;
Virus Corona Hantui Korea, BTS hingga Zico Batal Tampil di SBS Inkigayo Super Concert di Daegu?
Tumpah Ruah Bonek Rayakan Kemenangan Persebaya Surabaya atas Persija Jakarta, Rindu Juara?
China Uji Klinis, Mengenal Chloroquine Phosphate Solusi Virus Corona, Sudah Dipakai 70 Tahun Lalu
Gagal di Piala Gubernur Jatim 2020, Arema FC Ingin Pinjam 2 Pemain Persija
"Saya membeli ini dari Suku Dayak Rp 500 ribu, kalau kalian mau maka gantikan uang saya," tuturnya.
Sang pemilik menjelaskan sejumlah orang telah menawar Burung Ranggong tersebut, namun tak Ia jual karena mengaku sudah sayang.
Meski demikian Burung Ranggong tersebut tetap dievakuasi petugas BKSDA Kabupaten Berau.
Burung rangkong atau biasa dikenal burung Enggan itu termasuk burung yang dianggap penting oleh beberapa suku di Indonesia, termasuk Suku Dayak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-burung-rangkong-yang-dipelihara-warga-di-gang-elang.jpg)