Burung Rangkong
Mengaku Sayang, Pemelihara Burung Rangkong di Berau Enggan Serahkan ke Petugas BKSDA
Mengaku sudah sayang, pemelihara Burung Rangkong di Kabupaten Berau enggan serahkan kepada petugas BKSDA
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Samir Paturusi
Obat Virus Corona Akhirnya Ditemukan China, Ternyata di Indonesia Jenisnya Dipakai untuk Antimalaria
"Ini sudah jinak, tak mau pergi meski aku lepas seperti ini," tuturnya.
Menurutnya, Burung Rangkong yang Ia pelihara tersebut sudah beberapa kali ditawar orang namun tak Ia jual karena terlanjur sayang dengan Rangkong peliharaannya.
Iapun enggang memberikan kepada pihak BKSDA Kabupaten Berau untuk dievakuasi.
Hingga berita diturunkan pihak BKSDA Kabupaten Berau masih melakukan negosiasi agar sang pemilik mau menyerahkan Burung Rangkong tersebut.
Burung Rangkong atau biasa dikenal burung Enggang itu termasuk burung yang dianggap penting oleh beberapa suku di Indonesia, termasuk Suku Dayak.
Burung Enggang menghuni seluruh hutan di Pulau Kalimantan, tempat tinggal Suku Dayak. Ada beberapa spesies yang tinggal di Kalimantan, antara lain Buceros rhinoceros dan Buceros bicornis.
Burung Enggang, yang dikenal juga dengan nama burung Tingang umumnya berbulu hitam dengan paruh berwarna cerah.
Burung ini biasanya sering terlihat di puncak-puncak pohon tinggi. Burung ini menjadi simbol dari sesuatu yang berasal dari tempat tinggi. (TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)
BACA JUGA
Menara Sutet di Pesona Bukit Batuah Balikpapan Hampir Roboh, Diduga Tanah Tidak Kuat Mengikat
Kamar Dagang dan Industri Balikpapan Prediksi Investasi Malaysia di Benua Etam Lebih Rp 1 Triliun
Kasus Rudapaksa di Penajam, Anggota DPRD PPU Minta Pelaku Dihukum Seberat Mungkin Agar Ada Efek Jera
April 2020 Nanti, Tarif Dasar Air Bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara Naik, Ini Rinciannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-burung-rangkong-yang-dipelihara-warga-di-gang-elang.jpg)