Firasat Terakhir Korban Tewas Aksi Pramuka Susur Sungai Sempor, Sepatu Bolong dan Uang Jajan Dobel

Ada firasat terakhir korban tewas aksi Pramuka susur Sungai Sempor, sepatu bolong dan uang jajan dobel

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Dok BNPB
Susur sungai SMPN 1 makan korban, Sultan Hamengku Buwono X : pimpinan sekolah bisa bertanggung jawab . 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada firasat terakhir korban tewas aksi Pramuka susur Sungai Sempor, sepatu bolong dan uang jajan dobel.

Duka cita mendalam menyelimuti keluarga korban tewas susur Sungai Sempor, di Sleman, Yogytakarta.

Termasuk Suraji, ayah Yasinta, yang merupakan salah satu siswi SMP yang jadi korban susur Sungai Sempor.

Diketahui, tanpa diduga, ratusan Siswa SMP tersebut digulung arus deras Sungai Sempor yang datang tiba-tiba dari hulu.

Satu dari dua korban terakhir yang ditemukan dalam tragedi susur Sungai Sempor di Sleman, Yasinta Bunga Maharani, dimakamkan di Dadapan Wetan, Minggu (23/2/2020) pukul 14.00 WIB.

Saat masih berada di rumah duka, warga yang melayat saling mengucapkan berbelasungkawa atas kepergian Yasinta.

Musibah Berulang Ini Buat Elektabilitas Anies Baswedan Tergerus, Bukan Lem Aibon, Buzzer, Formula E

 Pamer Wajah Baru Jakarta di Twitter, Anies Baswedan Langsung Kena Bully Warganet Saat Banjir Besar

 Derita Ayah Korban Tewas Susur Sungai, Anak Dimakamkan Berdampingan, Nekat Pakai Motor dari Surabaya

 11 Nama Potensial Pengganti Jokowi di Pilpres 2024, Sandiaga Uno Melejit, Anak Megawati Terbawah

Kedua orangtua korban yakni Suraji dan Hesti, hanya bisa mengangguk dan tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian sang anak.

Mengutip TribunJogja.com, saat Tribun Jogja menyampaikan duka cita dan mendoakan agar Yasinta diberi jalan terbaik, Suraji menyampaikan terima kasih atas semua doa dari pelayat.

"Matur nuwun, matur nuwun (terima kasih, Red). Aamiin," jawab Suraji di rumah duka di Dadapan, Wonokerto, Turi, Sleman, Minggu (23/2/2020).

Kedua orangtua Yasinta terus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dari para pelayat, sembari menggenggam tangan mereka.

Ketua RT 06, Subardi mengatakan, Suraji dan Hesti sangat terpukul atas kepergian Yasinta atas tragedi susur sungai pada Jumat (21/2/2020) lalu.

Ia mengatakan, Suraji bahkan ikut turun ke sungai untuk mencari keberadaan Yasinta.

Subardi mengungkapkan, Yasinta dikenal sebagai anak yang cerdas.

Selain itu, Yasinta juga aktif mengikuti kegiatan pemudi di kampungnya.

"Kami (warga) pun sangat kehilangan. Yasinta ini anak pintar, aktif di pemudi kampung.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved