Pelaku Usaha UMKM dan Kesenian di Kawasan Wisata Mangrove Tarakan Sepi Pembeli

Kawasan hutan mangrove di Jl Gajah Mada menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pelaku Usaha UMKM dan Kesenian di Kawasan Wisata Mangrove Tarakan Sepi Pembeli
TRIBUNKALTIM.CO/ ALFIAN
Kawasan UMKM dan Kesenian di samping destinasi wisata hutan Mangrove, Jl Gadja Mada, Tarakan, Kalimantan Utara, sepi penjual dan pembeli. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kawasan hutan mangrove di Jl Gajah Mada menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pengunjung bisa menikmati bentangan mangrove dan juga bisa berjumlah dengan gerombolan Bekantan yang ditempatkan di lokasi yang sama.

Tiap harinya pengunjung terus berdatangan sejak dibuka mulai pagi hari hingga sore hari.

Baca Juga: Promosi Wisata Tarakan Disbudpar Maksimalkan Medsos dan Majalah

Baca Juga: Rahmad Masud Berniat Kembangkan Pelabuhan Somber jadi Wisata Bahari di Balikpapan

Pada malam hari di depan taman mangrove disulap menjadi kawasan kuliner dengan nama Bangayo.

Hanya saja berbagai upaya yang dilakukan ini tak berbanding lurus dengan peningkatan pembeli di sudut penjualan atau kawasan UMKM dan kesenian.

Pemkot Tarakan sebelumnya menempatkan berbagai pedagang UMKM, kerajinan dan kesenian di sebelah kanan dengan membangun beberapa pondok-pondok.

Kawasan UMKM dan Kesenian di samping destinasi wisata hutan Mangrove, Jl Gadja Mada, Tarakan, Kalimantan Utara, sepi penjual dan pembeli.
Kawasan UMKM dan Kesenian di samping destinasi wisata hutan Mangrove, Jl Gadja Mada, Tarakan, Kalimantan Utara, sepi penjual dan pembeli. (TRIBUNKALTIM.CO/ ALFIAN)

Para pedagang yang rata-rata merupakan pekerja seni dengan jualan utama lukisan ditempatkan di lokasi itu.

Mereka mulai beroperasi pada sore hari hingga malam hari.

Halaman
12
Penulis: Alfian
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved