Perjuangan Sholehuddin Siregar Maju Jalur Perseorangan di Pilkada Balikpapan, Pernah Ditolak di RT
Perjuangan Sholehuddin Siregar maju melalui Jalur Perseorangan di Pilkada Balikpapan, pernah ditolak di RT saat ingin mengumpulkan dukungan warga.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN-Perjuangan Sholehuddin Siregar maju melalui Jalur Perseorangan di Pilkada Balikpapan, pernah ditolak di RT saat ingin mengumpulkan dukungan warga
Perjuangan bakal calon kepala daerah yang bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dari Jalur Perseorangan atau independen ternyata sangat menguras energi.
Hal itulah yang dialami Letnan Kolonel Caj Sholehuddin Siregar yang akan bertarung dalam Pilkada Balikpapan 2020, bersama wakilnya Muhammad.
Bersama timnya, Sholehuddin Siregar telah mengumpulkan lebih dari jumlah syarat dukungan yang diminta oleh KPU Balikpapan yakni 39.450 kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti dukungan kepadanya.
Namun sayang, di hari terakhir pengumpulan berkas syarat dukungan kemarin (23/2/20), Sholehudin Siregar dan wakilnya Muhammad yang datang 15 menit sebelum penutupan sepertinya harus menelan nasib pahit.
Hal itu disebabkan karena di waktu jelang penutupan, pihaknya masih berkutik dalam proses penginputan data dan baru sekira 35 ribu data dukungan yang berhasil masuk kedalam Silon.
• Perindo Kaltim Dukung Edi Damansyah di Pilkada Kukar, di Samarinda Komunikasi dengan 3 Bakal Calon
• Yaser Arafat Kembalikan Formulir Bacalon Walikota ke Partai Golkar, Ramaikan Pilkada Balikpapan
• Jelang Pilkada 2020, PKB Kalimantan Timur Terima SK Mengusung Calon di Samarinda, Bontang dan Paser
• SK DPP PKB Terbit, Resmi Dukung Andi Harun - Rusmadi Wongso untuk Pilkada Samarinda 2020
"Bukan kita tidak memenuhi persyaratan KTP itu, kita sudah berhasil mengumpulkan 42.200 KTP. Hanya saja memang waktunya itu ada kendala untuk memasukan," ujar Sholehudin Siregar.
Kendati demikian kepada Tribunkaltim.co secara eksklusif, Sholehudin Siregar mengatakan ia akan menerima dengan besar hati dan gentleman apapun keputusan KPU nantinya dalam rapat pleno.
Kesungguhan niatnya maju sebagai calon independen sejak 5 bulan lalu pun dianggapnya tak akan pernah sia-sia.
Meskipun dirinya juga mengakui bahwa mengumpulkan syarat dukungan KTP sungguh sangatlah berat. Terlebih dalam usahanya beberapa kendala dan rintangan turut ia temui.
Seperti halnya terdapat RT yang menolak atas kehadiran dirinya dan banyak baliho atau spanduk bergambar dirinya, yang sebagian dirusak oleh oknum yang tak diketahui darimana asalnya.
Padahal dalam rangka pencalonannya, Sholehudin Siregar yang juga dikenal sebagai seorang Da'i atau Ustadz yang berlatarbelakang seorang tentara ini telah menghabiskan anggaran hampir Rp 1 miliar.
Namun, dengan jiwa ksatrianya hal itu tak menjadi masalah besar, sebab ia paham betul akan resiko yang ia hadapi saat memasuki kancah perpolitikan.
"Itu mungkin salah satu bentuk ketidaksukaan terhadap saya. Tapi tidak mengapa itu bagian dari resiko, karena kita yakin yang baik dan benar itu tidak akan pudar," katanya.
Namun di sisi lain ada yang tak bisa ditampiknya. Ia bercerita pada Tribunkaltim dengan raut wajahnya yang berubah pilu,