Perjuangan Sholehuddin Siregar Maju Jalur Perseorangan di Pilkada Balikpapan, Pernah Ditolak di RT

Perjuangan Sholehuddin Siregar maju melalui Jalur Perseorangan di Pilkada Balikpapan, pernah ditolak di RT saat ingin mengumpulkan dukungan warga.

TribunKaltim.Co/miftah aulia anggraini
Letnan Kolonel Caj Sholehuddin Siregar saat menyerahkan surat dukungan kepada KPU Balikpapan untuk maju Jalur Perseorangan 

bahwa ia sangat sedih terhadap perubahan perlakuan di beberapa masjid yang ia sering datangi sebagai salah satu penceramah.

Dari ceritanya, saat dia terjun ke kancah perpoltikan, terdapat beberapa masjid yang saat ini tak mau mengundangnya lagi untuk mengisi kajian di masjidnya itu.

"Memang rasanya sangat sedih, biasanya saya selalu mengisi di situ, tapi kok mereka sekarang tidak mengundang saya lagi untuk pengajian. Kalau dilihat mungkin karena di situ lebih condong ke yang lain," terangnya.

Tak sampai di situ, kendala lain masih terus dihadapi Siregar. Maindset atau pola pikir yang telah terbangun dimata masyarakat mengenai calon independen yang kental dengan sarat uang pun turut dihadapinya.

Hal itu tentu membuatnya harus lebih bekerja keras menepis hal ini.

Ia tak lepas berulang kali telah menyampaikan kepada relawannya agar permohonan dukungan KTP tersebut didasari dengan rasa ikhlas oleh masyarakat.

"Ini suka dukanya terutama dari sisi psikologis, karena sudah terbangun kalau minta KTP harus bayar pakai duit.

Tapi kita sampaikan pada relawan dasarnya adalah ikhlas. Dan ada juga cemohan yang timbul untuk kita sebagai independen itu "ngapain milih Siregar karena tidak ada duitnya", ceritanya.

Kendati demikian lanjut Siregar, mencalonkan diri melalui jalur independen dinilainya lebih memiliki banyak keuntungan.

Salah satunya seperti fatwa dalam Alquran yang menjelaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa membawa manfaat bagi manusia lainnya.

Maka hal itu pula yang mendasari laki-laki asal Sumatera ini membulatkan tekad meninggalkan dunia tentara demi dapat bermanfaat dalam hal kepentingan rakyat.

"Kalau saya diizinkan jadi Walikota oleh Allah, saya bisa banyak berbuat daripada saya sebagai seorang tentara atau Da'i. Saya bisa membuat Plise dan saya membangun setiap kelurahan Tahfidz Quran.

Andaikata itu terjadi, berapa ribu anak itu jadi ahli quran, dan mungkin dari situ Allah memberikan rahmatnya kepada kota ini," tutupnya. (*)

Herman-Nor Asiah Bakal Calon Perseorangan Pilkada Paser Serahkan Syarat Dukungan ke KPU

Pilkada, PSI Kaltim Ingatkan Jangan Pilih Calon Kepala Daerah yang Visi dan Misinya Mengawang-awang

Batal Bertarung di Pilkada Nunukan, Irwan Sabri Percaya Diri Daftar Cawagub Kaltara

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved