Rabu, 29 April 2026

Pilkada Samarinda

Perjuangan Bakal Calon Jalur Perseorangan Pilkada Samarinda, Pernah Diusir Hingga Dimintai Uang

Perjuangan bakal calon Jalur Perseorangan Pilkada Samarinda, pernah diusir warga hingga dimintai uang.

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/Sapri Maulana
Suasana penyerahan berkas jalur perseorangan di KPU Samarinda, beberapa hari lalu. 

"Inilah yang kemudian menjadi keyakinan kami. Kami percaya jika pemilih mata duitan, maka pemimpin yang terpilih juga mata duitan," kata dia.

Apa perbedaan jalur parpol dan perseorangan? Menurut Parawansa Assoniwora, keduanya adalah cara legal. Sebagai informasi, Parawansa Assoniwora berpasangan dengan Markus T Allo.

Jalur Perseorangan dinilai membutuhkan tenaga lebih ekstra. Bergerak sekitar 6 bulan, Tim Samarinda menghabiskan biaya kurang dari Rp 260 juta.

"Itu sudah termasuk posko, komputer, dibantu oleh rekan-rekan yang mendukung," kata Parawansa Assoniwora.

Bagi Samarinda Berani, masih kata Parawansa Assoniwora, jabatan Walikota Samarinda itu tidak sakral, tapi adalah pengabdi, pelayan masyarakat, bukan bersifat elitis.

"Kenapa ada yang menjadi angkuh, karena keluarkan banyak duit. Beda kalau pemimpin yang lahir karena keinginan rakyat," kata dia.

Bagi Parawansa Assoniwora, maju melalui Jalur Perseorangan dengan modal yang tidak besar, merupakan sebuah ajang pembuktian.

"Ini pembuktian sebenarnya, untuk membangun demokrasi yang berkualitas, kita butuh masyarakat (pemilih) yang berkualitas," pungkasnya.

Waktu Mepet, Banyak KTP SIAK

Tribun juga mewawancarai  bakal calon Jalur Perseorangan Siti Qomariah yang berpasangan dengan Ansarullah.

Keduanya bergerak mengumpulkan surat dukungan sejak akhir Oktober 2019, hingga 23 Februari kemarin.

"Sebenarnya kami dapat 80 ribu KTP. Tapi, setengahnya itu KTP SIAK," kata Siti Qomariah kepada Tribun, Selasa (25/2/2020).

"Soalnya banyak warga, terutama yang sibuk bekerja, bertani, itu tidak sempat mengurus KTP Elektronik," lanjutnya.

Mengumpulkan surat dukungan sekitar empat bulan, biaya yang digunakan tim Siti Qomariah dan Ansarullah diakui tak mencapai Rp 100 juta. Sumbernya, dari sumbangan tim pendukung.

Kendati demikian, ada momen yang paling diingat Siti saat terjun langsung meminta dukungan ke rumah-rumah warga.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved