Kabar Baik KIP Kuliah Jokowi, yang Terlanjur Finalisasi SNMPTN Tak Perlu Risau, Lihat Besarannya

Ada yang beda dalam SNMPTN 2020 kali ini, pemerintah di era Presiden Jokowi menghadirkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Editor: Doan Pardede
ltmpt.ac.id
KIP KULIAH - Timeline KIP Kuliah 2020. SNMPTN 2020 kali ini, pemerintah di era Presiden Jokowi menghadirkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. 

Kriteria Calon Mahasiswa yang Boleh Mendaftar KIP Kuliah:

Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pemerintah menargetkan 818.000 mahasiswa untuk menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada tahun 2020.

Pendaftaran KIP Kuliah dapat dilakukan pada awal bulan Maret 2020 hingga 31 Maret 2020.

Keterangan tersebut dipaparkan melalui rilis resmi Kemendikbud, Selasa (18/2/2020).

Lebih lanjut diterangkan, KIP Kuliah bertujuan untuk mendukung generasi muda, calon pemimpin masa depan, yang berpotensi tetapi membutuhkan dukungan finansial agar dapat memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Walau begitu, tak semua calon mahasiswa berhak atau dikatakan layak mendapatkan KIP Kuliah.

Ada sejumlah kriteria yang perlu dipenuhi calon mahasiswa sebelum memutuskan untuk mendaftarkan KIP Kuliah.

Melansir laman resmi KIP Kuliah Kemendikbud, berikut sejumlah kriteria kelayakan calon penerima KIP Kuliah.

1. Tak mampu secara ekonomi KIP-Kuliah ditujukan secara eksklusif hanya untuk siswa berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi.

Sehingga, siswa yang secara akademik unggul tetapi mampu secara ekonomi tidak diperkenankan mendaftar.

Bila calon mahasiswa berasal dari keluarga tidak mampu namun belum memiliki KIP atau orang tua/wali mahasiswa belum terdaftar sebagai penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), masih mungkin menerima KIP Kuliah selama lolos seleksi dan verifikasi kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi terkait.

2. Status tidak mampu diketahui masyarakat

Tak hanya melalui kepemilikan dokumen resmi seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), status kelayakan siswa bisa berdasarkan laporan dari masyarakat.

Misalnya, Kemendikbud pernah menerima laporan penerima KIP Kuliah yang orang tuanya tiap tahun pergi umroh, dalam hal tersebut Kemendikbud akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi terkait untuk melakukan verifikasi ulang.

3. Belum menjadi mahasiswa Peserta KIP Kuliah 2020 adalah lulusan SMA/sederajat tahun 2020, 2019 atau 2018 yang belum menjadi mahasiswa.

Untuk mahasiswa kurang mampu yang berkuliah di PTN atau PTS di bawah Kemdikbud, telah disediakan beasiswa biaya pendidikan PPA (Peningkatan Potensi Akademik ) melalui bagian kemahasiswaan masing-masing.

4. Belum pernah menerima KIP kuliah Penerima KIP-Kuliah tidak diperkenankan mendaftar KIP-Kuliah kembali di tahun selanjutnya baik di PT yang sama atau berbeda.

Hal yang sama berlaku untuk pindah Program Studi, penerima KIP-Kuliah tidak diperkenankan untuk pindah Program Studi.

5. Prestasi akademik Pendaftar KIP Kuliah memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah.

6. Lulus seleksi perguruan tinggi Manfaat KIP Kuliah dapat dirasakan bila peserta lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru, dan diterima di PTN atau PTS pada Prodi dengan Akreditasi A atau B, dan dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada Prodi dengan Akreditasi C.

7. Status pernikahan

Pada prinsipnya, pernikahan memang tidak diatur oleh Kemendikbud, namun untuk peserta KIP Kuliah wanita yang telah menikah, pembiayaan dianggap sudah beralih ke suami.

Dengan begitu, status tidak dianggap "tidak mampu" karena ada dukungan pembiayaan dari suami.

8. KIP Kuliah bisa dibatalkan bila..

Bila siswa mendaftar KIP Kuliah dan ternyata dinyatakan tidak layak karena ternyata mampu secara ekonomi, ada beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi:

Jika dianggap kelalaian ringan/ tidak disengaja, tidak akan ditetapkan sebagai penerima KIP-Kuliah namun dianggap sebagai mahasiswa reguler.

Jika dianggap melakukan pengisian data yang tidak benar secara sengaja dan atau pemberian bukti pendukung yang tidak sah (cara mendapatkannya) dapat dibatalkan statusnya dalam seleksi masuk perguruan tinggi.

Terlanjur finalisasi? Ada sinkronisasi

Tapi, bagaimana jika banyak peserta dari keluarga kurang mampu yang sudah terlanjur melakukan finalisasi, padahal butuh dukungan KIP Kuliah?

Pertanyaan ini muncul di akun resmi Instagram LTMPT khususnya peserta yang sudah terlanjur finalisasi tapi butuh dukungan KIP Kuliah.

Seperti dari keterangan tertulis di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Ketua Tim Pelaksana LTMPT, Mohammad Nasih menjelaskan, calon mahasiswa tanpa KIP Pelajar bisa mendaftar SNMPTN hingga finalisasi terlebih dahulu, baru mendaftar KIP Kuliah.

Tetapi, pilihan kedua ialah menunggu hingga Maret untuk mendaftar KIP dahulu, baru finalisasi pendaftaran SNMPTN 2020.

"Silakan saja. Boleh daftar dan finalisasi sekarang. Nanti kalau KIP-nya sudah dapat tinggal ngelaporin. Daftar nanti nunggu KIP keluar juga bisa. Dua-duanya bisa dipilih," ujar Nasih di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Mohammad Nasih mengimbau agar peserta SNMPTN 2020 tidak perlu khawatir. Sebab, pihaknya akan memberikan perpanjangan waktu untuk pendaftaran SNMPTN 2020 (khusus calon penerima KIP Kuliah).

"Jadi, tidak perlu dikhawatirkan lagi. Yang belum daftar (SNMPTN) sampai dengan 27 Februari akan kita kasih kesempatan untuk daftar sampai akhir Maret," ujar Nasih.

Saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/2/2020), Ketua LTMPT Mohammad Nasih memberikan penjelasan terkait peserta yang sudah terlanjur finalisasi.

"Nanti di akhir setelah proses KIP Kuliah selesai akan kita sinkronisasi. Jadi tidak perlu khawatir," kata Mohammad Nasih.

• Gagal UTBK dan Mau Coba Lagi? Ingat 4 Pesan Penting Ketua LTMPT Ini, Terutama Aturan Nilai Minus

• Lulus SNMPTN Masih Bisa Daftar SBMPTN 2019? Ini Aturannya, Ada Konsekuensi untuk sekolah Bila Mundur

• pendaftaran SBMPTN 2019 Tak Lama Lagi Buka, 92 Ribu Orang Lulus SNMPTN Dilarang Ikut, Ini Alasannya

• Nilai UTBK Keluar Langsung Bisa Daftar SBMPTN? Berikut Ketentuannya, yang Lulus SNMPTN Dilarang Ikut

(Kompas.com)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved