Antrean Halte Transjakarta Buat Anies Kena Sorot Pusat, Alasan Bisa Dipahami, Tapi Ada yang Terlewat
Meski alasannya bisa dipahami, tapi ada yang dilewatkan Anies Baswedan saat mengambil kebijakan
"Rangkaian MRT setiap hari ada 16 rangkaian berubah menjadi 4 rangkaian yang beroperasi," ungkap Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (15/3/2020).
Begitu juga dengan jadwal operasional MRT yang semula sejak pukul 05.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB, berubah hanya dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
Hal sama berlaku pada LRT Jakarta, di mana semula keberangkatannya tiap 10 menit sekarang berubah menjadi tiap 30 menit.
"Waktu operasi LRT semula dari pukul 05.30 WIB sampai pukul 23.00 WIB diubah menjadi pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB," terang Anies.
Sementara untuk Transjakarta yang saat ini melayani 248 rute, akan dikurangi secara signifikan menjadi 13 rute yang beroperasi sejak Senin (16/3/2020) dan keberangkatannya hanya setiap 20 menit.
"Jam operasi Transjakarta semula 24 jam, diubah menjadi jam 6 pagi sampai jam 6 sore," ungkap Anies.
Sementara itu pelayanan bus sekolah selama dua minggu ke depan ditiadakan, karena layanan itu akan diubah untuk kebutuhan masyarakat.
Menurut Anies, kebijakan ini diambil agar penduduk warga Jakarta mengurangi kegiatan di luar rumah dan diharapkan dapat diindahkan.
Hal yang sama berlaku untuk pembatasan jumlah orang yang masuk halte Transjakarta dan Stasiun MRT.
"Nanti di stasiun MRT ada pembatasan jumlah orang masuk dan juga di halte Transjakarta," ucap Anies.
Pembatasan jumlah penumpang yang masuk stasiun MRT dan halte Transjakarta, ditegaskan Anies, untuk mengurangi interaksi.
"Tujuannya mengurangi interaksi yang dekat yang ada potensi penularan," beber Anies.
Masih kata Anies terkait MRT, semula kapasitas maksimum satu gerbong dapat menampung 300 orang, dikurangi menjadi 60 orang.
Sebelum masuk stasiun atau halte, bakal diberlakukan pemeriksaan terhadap calon penumpang.
"Bagi mereka yang punya suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius akan ditempatkan di ruangan tertentu dan ditangani lebih jauh," beber dia.
Ia berharap selama warga mentaati kebijakan yang ada, maka Jakarta tidak perlu ditutup karena memilih tingal di rumah dan mengurangi interaksi fisik.
"Ini bukan hanya melindungi diri kita tapi melindungi masyarakat. Kalau kita memilih berada di rumah artinya berpotensi tidak tertular," ucap Anies.
Minta Warga Jakarta Tetap di Rumah
Sebelumnya, Anies juga meminta warga Jakarta untuk tetap bertahan di rumah.
Hal ini dilakukan agar warga Jakarta tidak bepergian dan terhindar dari virus Corona (covid-19).
"Kami justru meminta kepada masyarakat untuk tidak bepergian sama sekali," kata Anies.
"Bukan berarti kemudian, masyarakat berbondong-bondong pergi meninggalkan Jakarta untuk berliburan atau pulang kampung," sambung dia.
Warga Jakarta juga dilarang pulang ke kampung halaman.
"Termasuk bepergian ke luar kota apalagi pulang kampung karena kami harus memastikan warga Jakarta aman," ujar Anies.
Jika masyarakat merasa suspect virus Corona, maka dapat melakukan pengecekan di rumah sakit terdekat.
Terlebih, Anies menyebut kemungkinan masih banyak orang yang suspect Corona. Pun belum terkonfirmasi secara jelas.
"Artinya yang di luar sana, kami menyadari ada banyak yang mungkin terkena virus covid-19, tapi belum terkonfirmasi karena belum dites," jelas Anies.
"Karena itu kami minta kepada semuanya agar tetap berada di Jakarta dan justru tidak bepergian," ucap dia.
IKUTI >> Update virus Corona
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenhub Minta Anies Baswedan Atasi Antrean Penumpang Transjakarta" dan di Tribunjakarta.com dengan judul Penumpukan Penumpang Transjakarta Terjadi di Halte Puri Beta, Antrean Mengekor hingga ke Jalan Raya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/situasi-antrean-penumpang-di-halte-transjakarta-puri-beta.jpg)