Minggu, 3 Mei 2026

Virus Corona

Jas Hujan jadi Alat Proteksi Penanganan Virus Covid-19, Ketua IDI Bontang Angkat Bicara

Di Kota Bontang, Kalimantan Timur, APD masih jadi keluhan para tenaga medis dan Tim Surveilans Pemkot menangani penyebaran virus Covid-19

Tayang:
Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri
Petugas pemerintah Kota Bontang Kalimantan Timur mengenakam jas hujan melakukan penyemprotkan desinfektan ke fasilitas dan sarana umum, termasuk sarana pendidikan, kesehatan dan keagamaan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Permasalahan kekurangan Alat Pelindung Diri ( APD ) di tengah pandemi wabah virus corona hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia.

Tak terkecuali di Kota Bontang, Kalimantan Timur, APD masih jadi keluhan para tenaga medis dan Tim Surveilans Pemkot menangani penyebaran virus Covid-19 atau Virus Corona.

Bahkan Pemerintah Kota Bontang berani mengambil inisiatif memborong semua jas hujan yang ada di Kota Bontang.

Tak lain untuk mempersentai Tim Surveilans dan tenaga medisi yang sepekan belakangan ini berjibaku di lapangan dalam penangan corona di Kota Bontang.

Tak ada rotan akar pun jadi. Begitulah ungkapan Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menghadapi masa sulit yang berlangsung saat ini gara-gara virus Covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Bontang, dr. Suhardi saat dimintai tanggapan terkait penggunaan jas hujan plastik dalam penanganan virus Covid-19 tak bisa berkomentar banyak.

BACA JUGA:

 UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Gedung Bioskop CGV Tutup Sementara, Acuannya Surat Walikota

 Pemain Persiba Balikpapan Septinus Alua Memilih Jogging Saat Latihan Bersama Diliburkan

"Cuma kalau melihat kondisi pakai jas hujan, ya, kondisinya seperti itu, daripada tidak ada. Mengenai sejauh mana efektifitasnya, ya wallahu a'lam," katanya dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, kekurangan APD di daerah harus dilihat dari mata rantai ketersediaannya. Semakin tinggi permintaan di lapangan, jadi lumrah terjadi kelangkaan atau kekurangan pasokan barang tersebut.

"Itu yang mengakibatkan distribusinya susah, artinya di lapangan jadinya susah juga," tuturnya.

Kendati demikian, khusus di Bontang masih belum ada pasien yang dinyatakan positif. Hanya 1 pasien dalam pengawasan (PDP) yang kini diisolasi di RSUD Taman Husada Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Saat ini tim medis penanganan virus corona di Bontang masih menunggu hasil laboratorium, untuk memastikan pasien yang diketahui merupakan rujukan dari Kutai Timur itu positif atau negatif Virus Corona.

"Artinya bersyukur lagi pasien belum sampai ke arah positif, insyaallah masih cukup walaupun memang harus jauh di-planning. Dari bu Wali informasi siap dana Rp2 miliar, mudahan bisa diantisipasi kalau misal terjadi lonjakan ODP maupun PDP (di Bontang)," katanya.

Pemberitaan sebelumnya, Tak adak akar rotan pun jadi. Perumpamaan itu diucapkan langsung Walikota Bontang Neni Moerniani kepada Tribunkaltim.co, disinggung soal kesiapan Alat Pelindung Diri ( APD ) tenaga medis menghadapi penyebaran wabah covid-19 alias Virus Corona di Kota Bontang.

BACA JUGA: 

 Pandemi Virus Corona, Sensus Penduduk 2020 Warga Perumahan Jokowi di Kota Balikpapan Dibatalkan

 Antisipasi Corona Covid-19, Ahli Virus Sarankan Konsumsi Dua Vitamin Ini untuk Tingkatkan Imun

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved