Senin, 20 April 2026

Sejarah Hari Ini

Sejarah 24 Maret Hari Tuberkulosis Dunia, Bermula dari Penemuan Robert Koch soal TBC

Momen sejarah 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Dunia atau World Tuberculosis Day.

Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Doan Pardede
Kolase bem.fkm.unand.ac.id & mirfaces.com
Sejarah 24 Maret Hari Tuberkulosis Dunia, Bermula dari Penemuan Robert Koch soal TBC 

Karyanya dengan penyakit ini mengantarkan Robert Koch meraih nobel dalam Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1905.

Selain itu, penelitian Robert Koch pada tuberkulosis, bersama dengan studi tentang penyakit tropis, dia memenangkan medali bintang jasa Orde Prusia Pour le Merite pada tahun 1906.

Penemuan Dr Robert Koch berhasil membuka jalan para tenaga medis untuk mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit ini.

Untuk mengenang jasa Dr Robert Koch, maka setiap tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai Hari Tuberkulosis Dunia.

Tuberkulosis (TB) atau yang juga dikenal dengan TBC merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia.

TBC termasuk penyakit paru-paru menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Bakteri TBC keluar ke udara melalui droplet atau percikan dahak dan liur pada saat penderita batuk, bersin atau ketika berbicara.

Jika bakteri TBC terhirup oleh orang lain yang sedang dalam kondisi atau punya daya tahan tubuh lemah, maka mereka akan tertular sakit TBC.

TBC tidak dapat ditularkan melalui sentuhan kulit.

Jika tidak dilakukan pencegahan, satu orang terinfeksi kuman TBC, bisa menginfeksi 10-15 orang.

Proses penularan ini mungkin baru akan terasa satu tahun setelah pemaparan awal.

Karena setelah satu tahun, paparan infeksi TBC baru akan berkembang sepenuhnya.

Gejala seseorang menderita TBC:

Gejala yang sering muncul pada infeksi TBC aktif antara lain:

Vaksin TBC.

Ilustrasi
Ilustrasi (ecdc.europa.eu)
Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved