Wawali Basri Rase Ingatkan ASN Bontang Jangan Keluyuran, Sanksi Hapus Tunjangan Penghasilan

Wakil Walikota Bontang Basri Rase mengigatkan ASN agar jangan keluyuran, karean akan diberikan sanksi dengan hapus tunjangan penghasilan

TribunKaltim.Co/Muhammad Fachri Ramadhani
Wakil Walikota Bontang Basri Rase 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG -Wakil Walikota Bontang Basri Rase mengigatkan ASN agar jangan keluyuran, karean akan diberikan sanksi dengan hapus tunjangan penghasilan

Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta Pemerintah Kota Bontang untuk tak disalahgunakan.

Kebijakan itu diputuskan untuk memutus mata rantai wabah virus covid-19 yang telah masuk ke Bontang. Bukan untuk keluyuran nongkrong di cafe atau liburan ke luar daerah, yang malah menambah potensi perluasan penularan Virus Corona.

Hal itu ditegaskan Wakil Walikota Bontang, Basri Rase saat dimintai keterangan, Selasa (24/3/2020).

"Tentu akan diberikan sanksi, kami minta kepada Satpol dan Komisi ASN untuk memantau. Mereka diliburkan untuk menjaga jangan sampai ada penularan. Kalau justru dimanfaatkan malah ini yang pelanggaran," ungkapnya.

ASN Bontang diharapkan jadi contoh bagi masyarakat menerapkan kebijakan WFH yang diputuskan Pemkot Bontang. Bukan malah berkegiatan di luar, apalagi terlibat dalam kumpulan massa.

Baca Juga

 Saat 6 Dokter Meninggal Terpapar Virus Corona, Sambil Terisak Ali Ngabalin Ungkap Ekspresi Jokowi

 Wanita Hamil Rentan Virus Corona? Ini Analisis WHO Soal Penyakit Covid 19

 Pernah Kontak Pasien Positif Corona, 2 Warga Tarakan Masuk ODP, Pihak Medis Belum Ambil Spesimen

 Jangan Terulang di Indonesia, Terkuak Kenapa Corona Begitu Mengerikan di Italia, Sehari 800 Kematian

"Sanksinya sudah diatur bu Sekda, tentang kedisiplinan pegawai yang tidak mengindahkan instruksi wali kota," tuturnya.

"Kita berdoa minta kerjasama semua pihak, baik aparat TNI-Polri, sipil, para ulama, pendeta, tokoh agama semua, terkhusus masyarakat, kalau tidak bisa membantu, minimal mereka bertahan di rumah," sambungnya.

Sementara Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati mengatakan ASN yang kedapatan liburan atau melakukan perjalanan ke luar daerah, akan diberikan sanksi tegas.

"PNS tidak akan diberikan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)," ujarnya.

Sementara, bagi Tenaga Kerja Kontrak (TKD) atau honorer dipastikan tak mendapat perpanjangan kontrak.

"Jika melanggar TPP tidak dicairkan, begitu pun yang kontrak, akan dirumahkan setahun, dan tidak akan lagi diperpanjang," serunya. (*)

Baca Juga

 Soal Virus Corona Stafsus Erick Thohir Kritik Kebijakan Anies Baswedan, Arya: Kita Tak Bisa Apa-apa

 Resmi, Ujian Nasional 2020 Untuk SD, SMP, SMA Sederajat Dihapus, Nadiem Makarim dan DPR RI Sepakat

 Darurat Virus Corona, Kemenhub Resmi Hapus Semua Program Mudik Gratis 2020, Budi: Sudah Diputuskan

 Cara Deteksi Dini Gejala Virus Corona Secara Mandiri, Bisa Dilakukan dari Rumah, Gratis 24 Jam

IKUTI >> Update Virus Corona

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved