Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona

Ciri-ciri Kena Corona Bertambah, Kini Bisa Terlihat dari Mata, Waspada Bila Alami Gejala-gejala Ini

Agar tak semakin parah, sangat perlu untuk mengetahui ciri-ciri lain, cara penularan hingga cara mengatasi virus Corona yang kini kian meresahkan

Tayang:
Editor: Doan Pardede
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
CIRI-CIRI CORONA - Kenali lagi ciri-ciri virus Corona, penularan dan mengatasinya. Agar tak semakin parah, sangat perlu untuk mengetahui ciri-ciri lain, cara penularan hingga cara mengatasi virus Corona yang kini kian meresahkan 

TRIBUNKALTIM.CO - Ciri-ciri kena virus Corona bertambah, kini bisa terlihat dari Mata, waspada bila alami gejala-gejala Ini.

Selama beberapa bulan terakhir, masyarakat sudah mulai sadar, demam, batuk kering yang terus menerus, hingga susah bernapas adalah gejala-gejala virus Corona.

Selain ciri-ciri atau gejala terinfeksi virus Corona di atas, ada pula gejala yang lebih ringan.

Agar tak semakin parah, maka sangat perlu untuk mengetahui ciri-ciri lain, cara penyebaran hingga cara mengatasi virus Corona yang kini kian meresahkan masyarakat.

Luhut Pandjaitan Beber Perusahaan China di Indonesia Sumbang 40 Ton Alat Medis Atasi Virus Corona

Akses Masuk Ditutup Beton, Begini Kondisi Tegal Setelah Lokal Lockdown, Masyarakat Kecil Meradang

• Berstatus Dokter, Pasien PDP Virus Corona Sulit Dapat Bantuan di Ruang Isolasi, Akhirnya Meninggal

• Berhasil Jinakkan Corona dan Tak Ada Meninggal, Trik Vietnam Akhirnya Terkuak, Kini Ditiru Indonesia

Meski terbilang ringan, kita tak boleh menyepelekannya sama sekali.

Seperti yang dilansir Daily Mirror, inilah 6 gejala ringan virus Corona yang juga harus mendapatkan perhatian.

1. Kehilangan indra perasa dan penciuman

Selama beberapa minggu terakhir, Asosiasi Inggris Otorhinolaryngology memperingatkan, kehilangan indra penciuman dan indra perasa mungkin berarti Anda menderita covid-19.

Spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) merekomendasikan siapa saja yang memiliki gejala seperti itu untuk segera mengisolasi diri.

Telah dikemukakan, fenomena tersebut mungkin disebabkan oleh sel-sel pembunuh virus Corona yang hinggap di hidung dan tenggorokan.

"Bukti dari negara lain, titik masuk virus Corona seringkali pada daerah Mata, hidung dan tenggorokan," kata Asosiasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved