Pilkada Samarinda
Soal Koalisi Pilkada Samarinda, Siswadi Sebut PDIP Tidak Seperti yang Lain, Acuan Saya SK DPP
Ketua DPC PDIP Kota Samarinda Siswadi, menegaskan belum ada kepastian koalisi untuk pemilihan kepala daerah atau Pilkada Samarinda
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua DPC PDIP Kota Samarinda Siswadi, menegaskan belum ada kepastian koalisi untuk pemilihan kepala daerah atau Pilkada Samarinda.
Hal itu diungkapkan Siswadi, saat dikonfirmasi tentang kepastian koalisi bersama Partai Demokrat dan PAN.
"Kami gak seperti yang lain. Yang jelas acuan saya SK (surat ketetapan) DPP," tegas Siswadi.
Ketua DPRD Samarinda tersebut menjelaskan alasannya. Pertama, tentang SK yang belum turun.
Kedua, semua masih dalam proses komunikasi politik dan tidak ingin gegabah.
"Kalau memang betul (berkoalisi dengan PAN dan Demokrat), berarti ada rekomendasi dari masing-masing DPP," lanjut Siswadi.
• Poros Baru Pilkada Samarinda, Ketua DPC PAN Jasno Rajin Bangun Komunikasi dengan PDIP dan Demokrat
• Poros Baru Pilkada Samarinda, Partai Demokrat Pastikan Berkoalisi dengan PAN dan PDIP
• Ketua DPW PKS Kaltim Tegaskan PKS Mendukung Penuh Andi Harun - Rusmadi Wongso Pilkada Samarinda
• Pencoblosan Pilkada Samarinda Tetap Digelar 23 September, Empat Tahapan Resmi Ditunda
Setiap ada pertanyaan tentang Pilkada Samarinda, kata Siswadi, ia menjelaskan masih dalam tahap komunikasi dengan seluruh partai politik, sembari menunggu SK DPP PDIP.
"Mudahan yang disampaikan pak Sukamto benar juga. Kalau benar ya Alhamdulillah," kata Siswadi.
Maret ini, SK DPP seharusnya sudah terbit. Namun, karena pandemi virus corona atau covid-19, seluruh aktivitas di sekretariat DPP PDIP ditunda sementara. "Harusnya SK Maret ini sudah turun, tapi ditunda," kata Siswadi.
Terkait siapa yang akan diusung oleh PDIP. Siswadi menegaskan, seluruh pendaftar memiliki peluang. "Calon kuat? ya semua yang mendaftar," kata Siswadi.
Bahkan, jika DPP mengutus Siswadi untuk maju pada Pilkada Samarinda. Dirinya mengaku siap menjalankan tugas partai. "Kalau itu tugas, ya kenapa tidak. Kita tunggu nanti, kita tunggu proses DPP," lanjut Siswadi. (m08)
(Tribunkaltim.co/Sapri Maulana)