Virus Corona di Tarakan

Pemkot Tarakan Jemput Kembali 11 Jamaah Tabliq Ijtima Dunia Cluster Gowa Sulawesi Selatan

4 Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) jamaah tabliq Ijtima Dunia cluster Gowa asal Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara positif terinfeksi virus Covid-19 ya

TribunKaltim.co/Risnawati
Walikota Tarakan, dr. Khairul mengatakan bahwa kesebelas jamaah tersebut merupakan penumpang Kapal KM Lambelu bersama dengan 4 jamaah asal Nunukan yang terkonfirmasi positif virus Covid-19 atau Virus Corona, Jumat (3/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Setelah terkonfirmasi bahwa 4 Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) jamaah tabliq Ijtima Dunia cluster Gowa asal Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara positif terinfeksi virus Covid-19, Pemerintah Kota Tarakan ( Pemkot Tarakan ) kembali lakukan karantina kepada 11 jamaah tablig cluster Gowa, Sulawesi Selatan

Kepada Tribunkaltim.co, Walikota Tarakan, dr. Khairul mengatakan bahwa kesebelas jamaah tersebut merupakan penumpang Kapal KM Lambelu bersama dengan 4 jamaah asal Nunukan yang terkonfirmasi positif virus Covid-19 atau Virus Corona

"Kemarin pemantauan kita kan itu memang ada 3 cluster mereka kemarin itu, jadi yang lewat pesawat itu ada gelombang 1 dan gelombang 2, terus ada juga yang lewat (kapal) KM. Lambelu.

Nah dari cluster itu memang masa-masa karantinanya kan beda-beda, ada yang berakhir kemarin (2/4/20), ada yang tanggal 4 (April 2020) , ada yang tanggal 11(April 2020), jadi yang tanggal 11 itu adalah dari yang ikut kapal, karena memang itu yang paling terakhir masuk," ungkap dr. Khairul, Jumat (3/4/2020)

Ia mengatakan bahwa jamaah tabligh akbar cluster Gowa yang menaiki kapal KM Lambelu tersebut, sudah di jemput kembali oleh Pemkot Tarakan untuk dikarantina di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT).

BACA JUGA:

 Warga Banjarmasin Lewati Balikpapan, Usai Ikuti Ijtima Jamaah Tabliq di Gowa, Positif Virus Covid-19

 Masjid Al Ikhlas Balikpapan, Mulai 29 Maret Hentikan Ibadah Berjamaah Salat Lima Waktu dan Jumat

"Jadi cluster Lambelu saja itu yang kita jemput lagi kembali untuk kita periksa atau untuk kita suruh berpisah lah dulu, tapi sekarang supaya lebih meyakinkan atau supaya kita dia tidak kemana-mana kita taruh di rumah sakit kota tarakan (RSUKT).

Jadi kita amati secara lebih ketat, yang saya sampaikan itu bahwa semua kita amati secara lebih ketat di rumah sakit kota tarakan," ujarnya.

Adapun status dari 11 jamaah tabliq tersebut masih status Orang Dalam Pemantauan ( ODP )

"Masih ODP sih, ODP dengan notifikasi khusus, karena ada temannya yang positif yang kita tahu kemarin malam (1/4/20).

Halaman
12
Penulis: Risnawati
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved