Virus Corona di Balikpapan

Kadin Balikpapan Tawarkan Formulasi dalam Gairahkan Ekonomi Kala Pandemi Virus Corona

itik terendah perekonomian Kota Balikpapan terasa pada tahun 2014 - 2015 lalu. Sejak penurunan harga baru bara, serta kandungan minyak dan migas.

TRIBUNKALTIM.CO/ MIFTAH AULIA
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Balikpapan, Yaser Arafat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Titik terendah perekonomian Kota Balikpapan terasa pada tahun 2014 - 2015 lalu. Sejak penurunan harga baru bara, serta kandungan minyak dan migas sudah mulai berkurang, pertumbuhan ekonomi di kota minyak Kota Balikpapan Kalimantan Timur dari 9,03 persen di tahun 2013 menjadi 4,67 persen di tahun 2014. Tahun-tahun selanjutnya, pertumbuhan ekonomi masih fluktuatif.

Angin segar datang dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Berbagai pihak optimis, pertumbuhan ekonomi akan melambung. Investor banyak yang menanam investasi. Khususnya Balikpapan sebagai kota penyangga.

Namun takdir berkata lain, pembangunan infrastruktur IKN yang digadang dimulai pertengahan tahun ini, pun ditunda. Peletakan baru pertama direncanakan pada Mei 2020, akan dimulai pada Oktober atau November 2020. Pemerintah saat ini tengah fokus menanggulangi penyebaran coronavirus disease atau virus Covid-19.

"Investasi hancur. Sebelum adanya virus Covid-19, pendapatan perkapita pelaku usaha di sektor rill bisa dikatakan penurunannya 40 hingga 50 persen. Apalagi adanya covid-19. Virus ini pandemi, ekonomi pasti awut-awutan. Suka tidak suka, number one priority adalah kemanusiaan," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Balikpapan, Yaser Arafat.

Lanjutnya, satu-satunya yang tidak bisa digantikan oleh zaman dan waktu adalah manusia. Kesehatan adalah prioritas. Tapi perekonomian harus diindahkan juga.

BACA JUGA:

 Pasien Positif Covid-19 Tambahan di Samarinda, Bukan dari Kluster Manapun, Riwayat ke Acara di Bogor

 Lawan Covid-19, Warga Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan Resmi Karantina Wilayah

 Karantina Wilayah Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan, Begini Penerapan Sistem Keamanannya

"Kita harus punya formulasi, corona tetap kita prioritaskan, tapi jangan lupa isu ekonomi tidak kalah penting karena berkaitan dengan masalah perut dan keluarga. Dan ini lebih berbahaya urusannya jika tidak ditangani dan ditanggulangi dengan baik," tuturnya.

Stimulus ekonomi yang paling utama adalah meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga gairah ekonomi jalan. Investasi pun mulai masuk lagi ke Balikpapan.

Yaser menyebut, sesuai data KADIN Balikpapan hingga akhir 2019 lalu, jumlah unit usaha yang berinvestasi adalah 102 unit usaha swasta dengan rencana nilai investasi sebesar Rp23,7 triliun. Angka tersebut diprediksi naik hingga 7 persen dengan penetapan IKN.

"Investor itu mindset nya simple, saya mau masuk jika daya beli masyarakat tinggi, kalau menurun kan, sia-sia," jelasnya.

"Maka trigger ekonomi dalam hal ini spending goverment penting adanya. Jangan sampai penundaannya berbulan-bulan, ekonomi tidak berputar. Sehingga ada pangsa pasar yang dibaca pelaku ekonomi. Ternyata pemerintah Balikpapan bukan hanya siap tangkal corona, namun juga dalam proses dan pasca corona punya mapping yang jelas meningkatkan gairah ekonomi," pungkasnya.

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Balikpapan

( TribunKaltim.co )

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved