Berita Pemkab Kutai Barat

Ada Kekerasan Anak dan Perempuan Kubar, Masyarakat Bisa Adukan ke Puspaga di DP2KBP3A Ini

Bentuk kekerasan paling banyak ditemukan dalam kasus kekerasan perempuan dan anak, seksual, psikis, dan fisik.

HUMASKAB KUBAR
Christina Yacob, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP2KBP3A Kubar 

SENDAWAR - Kekerasan terhadap perempuan dan anak telah menjadi perhatian hampir di seluruh negara, tak terkecuali di Indonesia.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kubar, tahun 2020 ini lebih konsen memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan sehingga ke depannya tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan maupun anak di Kubar.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP2KBP3A Kubar Christina Yacob Skom MSi menuturkan, salah satu upaya yang sudah dilakukan dengan sosialisasi Perda tentang Perlindungan Anak serta akan segera meluncurkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di DP2KBP3A Kubar, Senin (6/4/2020).

"Puspaga di sini berfungsi sebagai layanan pencegahan dan konsultasi serta memperoleh informasi tentang pola asuh dan tumbuh kembang anak. Selain itu Puspaga juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan sistem layanan pemerintah," terang Christina.

Kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah SDM yang sedang diatasi dengan proses pengembangan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) untuk Kutai Barat sudah ada 14 fasilitator PATBM yang sudah mengikuti pelatihan, dengan harapan mampu menyukseskan program perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Perempuan dan anak sangat rentan jadi korban kekerasan dalam rumah tangga, oleh sebab itu DP2KBP3A oleh sebab itu penanganan kasus tersebut memprioritaskan pencegahan kekerasan dengan melibatkan keluarga dan masyarakat.

Aksi pencegahan ini melalui berbagai model kampanye, sosialisasi dan edukasi publik yang menarik dan memunculkan kepedulian sosial.

Bentuk kekerasan paling banyak ditemukan dalam kasus kekerasan perempuan dan anak, seksual, psikis, dan fisik.

Oleh sebab itu dengan adanya Puspaga masyarakat dapat melakukan pelaporan dan pengaduan kekerasan, serta penegakan hukum yang memberi efek jera.

Selain itu yang sangat penting yakni pendampingan dan bantuan hukum, layanan rehabibilitasi sosial dan reintegrasi sosial.

Christina Yacob menambahkan, beragamnya jenis kekerasan yang dapat menimpa perempuan dan anak, maka upaya untuk menanggulanginya menjadi bagian penting yang ingin dicapai dalam tujuan pembangunan.

Upaya untuk memastikan korban mendapatkan layanan sesuai yang dibutuhkan dengan memberikan pelayanan yang berkualitas menjadi perhatian penting bagi masyarakat.

Tidak sedikit kasus yang ditemui di lapangan perlu ditangani melalui beberapa proses secara simultan. Untuk itu diperlukan pengelolaan kasus yang baik. Pengenalan mengenai manajemen kasus akan menjadi salah satu materi penting yang akan disampaikan kepada masyarakat.

Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan dalam memberikan layanan perlindungan yang optimal.(adv/hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved