Berita Pemprov Kalimantan Timur

Siapkan Simulasi Perubahan Anggaran 2020, Gubernur Isran: Pendapatan Kaltim Turun 25 Persen

Selain itu, dana perimbangan dari Rp4,98 triliun menjadi Rp3,7 atau turun sebesar Rp1,28 triliun (turun 25,61 persen).

HUMASPROV KALTIM/ADI SUSENO
Gubernur Kaltim Isran Noor mengikuti rapat dengar pendapat dengan DPRD Kaltim melalui video conference di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (6/4/2020). Rapat kali ini membahas refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyiapkan beberapa simulasi mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2020.

Rencana simulasi ini diungkapkan Gubernur Isran Noor saat video conference Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ketua dan Anggota DPRD Kaltim dalam Upaya Kaltim Menghadapi Penyebaran Covid-19 di Kalimantan Timur di Ruang Heart Of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, Senin (6/4/2020).

Gubernur Isran Noor menyampaikan hal tersebut, walaupun dalam surat Instruksi Menteri Dalam Negeri maupun Permen terkait bahwa kepala daerah boleh melaksanakan tanpa harus melalui persetujuan lembaga legislatif (DPRD).

"Saya kira tetap harus mendapatkan persetujuan dari DPRD. Apalagi, Ketua bersama Anggota sudah mendukung atas perubahan dan pergeseran anggaran tahun ini," kata Isran Noor.

Secara rinci Gubernur menyebutkan simulasi anggaran dalam perubahan APBD tahun ini. Di antaranya, penurunan total pendapatan dari Rp11,84 triliun menjadi Rp8,81 triliun atau turun Rp3,03 triliun (sekitar 25 persen).

"Diperkirakan pendapatan negara (APBN) perubahan pasti turun. Jadi korelasinya ada. Sementara ini lebih kurang 25 persen," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Isran, di dalam Perppu juga disebutkan bahwa penetapan devisit APBN ini sekitar 5 persen.

"Ini luar biasa. Sebab, selama ini hanya kisaran 3 persen. Itu pun cukup besar," sebutnya.

Simulasi lainnya, penurunan pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp6,77 triliun menjadi Rp5,08 triliun atau turun sebesar Rp1,69 triliun (turun 25 persen).

Selain itu, dana perimbangan dari Rp4,98 triliun menjadi Rp3,7 atau turun sebesar Rp1,28 triliun (turun 25,61 persen).

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved