Virus Corona di Kukar
Status Siaga Darurat Diperpanjang, Pemkab Kukar Minta Warga Tak Panik Wabah Virus Corona
Status siaga darurat diperpanjang, Pemkab Kukar meminta warga untuk tidak panik terhadap wabah Virus Corona atau covid-19
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Status siaga darurat diperpanjang, Pemkab Kukar meminta warga untuk tidak panik terhadap wabah Virus Corona atau covid-19
Wabah Virus Corona atau covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ), Kalimantan Timur (Kaltim) membuat status siaga darurat diperpanjang.
Hal itu diungkapkan Bupati Kukar, Edi Damansyah. Diperpanjangnya status siaga darurat didasari dari situasi kondisi di Kota Raja.
"Diperpanjang selama dua minggu kedepan, karena penyebaran Virus Corona belum bisa hilang," tuturnya, Kamis (9/4/2020).
Dengan kondisi seperti ini, tak henti-hentinya Edi Damansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk patuh terhadap anjuran pemerintah, agar mata rantai penyebaran Virus Corona dapat terputus.
Karena upaya pencegahan penyebaran Virus Corona tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, namun seluruh elemen masyarakat harus ikut serta.
Baca Juga
Dampak Wabah Virus Corona, Ribuan Pekerja Sektor Pertambangan dan Perkebunan di Kukar Dirumahkan
Bandara Juwata Tarakan Belum Berlakukan Pembatasan Penerbangan Kala Pandemi Corona
Waspadai Sakit Perut, Gejala Baru Pasien Positif Corona Terjadi di Rumah Sakit di Amerika Serikat
"Langkah pencegahan terus kita lakukan. Masyarakat juga harus patuh pada anjuran yang telah dikeluarkan pemerintah," tegas Edi Damansyah.
Bagi masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di luar rumah, sebaiknya hal itu dilakukan hanya dalam keadaan mendesak saja.
Kalau pun keluar rumah, harus menggunakan masker dan senantiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.
"Masyarakat harus tetap tenang, jangan panik. Tapi, tetap harus waspada dan jalankan physical distancing, dan lakukan anjuran pemerintah lainnya," pungkasnya.
Untuk diketahui, per 9 April 2020, pukul 11.30 WITA, terdapat dua kasus positif Virus Corona, dengan rinciannya satu pasien sembuh dan satu pasien lainnya masih menjalani perawatan.