Breaking News:

Virus Corona

Disinfektan Makan Korban di Wilayah Risma, Pria Surabaya ini Nyaris Buta, Pembuluh Darah Mata Pecah

cairan disinfektan mulai makan korban di Wilayah Tri Rismaharini alias Risma, pria Surabaya nyaris buta, alami pecah pembuluh darah Mata.

Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Kolase TribunKaltim.co / Tribunnews dan TribunJatim
Disinfektan Makan Korban di Wilayah Risma, Pria Surabaya ini Nyaris Buta, Pembuluh Darah Mata Pecah. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar buruk, cairan disinfektan mulai makan korban di Wilayah Tri Rismaharini alias Risma, pria Surabaya nyarIs buta, alami pecah pembuluh darah Mata

Kemenkes dan WHO sudah memperingatkan tentang bahaya cairan disinfektan apabila mengenai tubuh manusia.

Namun tak semua daerah mengindahkan imbauan WHO dan Kemenkes tentang penggunaan cairan disinfektan.

Termasuk Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang masih menggunakan cairan disinfektan untuk sterilisasi dari ancaman Virus Corona atau covid-19.

Selain penyemprotan disinfektan yang rajin di lakukan di ruang publik Surabaya, Tri Rismaharini juga menyediakan bilik disinfektan di sejumlah titik.

Sampai saat ini penggunaan cairan disinfektan masih tetap diterapkan di Surabaya oleh Risma.

Viral di Medsos, Kisah Pilu Bocah 3 Tahun Tersambar Api Saat Bawa Botol Isi Sisa Hand Sanitizer

Kasus Virus Corona di Surabaya Nyaris 100, hingga Risma Perintahkan Bongkar Posko dan Tarik Petugas

Anies Baswedan Sudah Dapat Restu Menkes Terawan di Jakarta, Risma Tak Terapkan PSBB di Surabaya?

Di Wilayah Risma Tetap Pakai Bilik Disinfektan, hingga Punya Fasilitas Baru di Ruang Publik Surabaya

Bahkan di jalan protokol Surabaya, ada alat otomatis penyemprot disinfektan ke jalan raya yang mengenai pengendara.

Namun setidaknya kasus yang dialami warga Surabaya ini bisa jadi pertimbangan Risma dalam menggunakan cairan disinfektan.

Pasalnya seorang pria Surabaya nyaris buta dan mengaku mengalami pecah pembuluh darah Mata, diduga akibat semprotan disinfektan di wilayah Risma.

Melansir TribunJatim, Nanang Suyono (50), karyawan perusahaan pewarna tekstil di Surabaya mengaku divonis oleh dokter spesialis mengalami pecah pembuluh darah Mata.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved