Harga Minyak
Harga Minyak Mentah AS Minus, jadi Level Terendah sejak 1983, Ini yang Terjadi
Harga minyak mentah di Amerika Serikat (AS) anjlok di titik terendahnya menjadi -37,63 dollar AS per barel.
"Minus itu kan sebenarnya terjadi di regional AS, bukan dunia. Sifat perdagangan minyak memang seperti itu, jadi saat ini di AS tangker dan penyimpanan sudah penuh semua.
Nah minyak ini kalau sudah penuh, pasti tidak ada yang beli, karena mau disimpan di mana. Ini yang membuat jadi minus," kata dia.
Selain penuhnya penyimpanan minyak di AS, minyak juga tak bisa dikirim ke negara lain karena sepinya permintaan imbas wabah virus corona.
"Di pasar minyak di luar AS juga permintaan minyak turun sekali. Lalu ada kelebihan produksi dari negara-negara OPEC dan Rusia," ungkap Komaidi.
• Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok, Malaysia dan Vietnam sudah Turunkan Harga BBM, Kapan Indonesia?
• PHM Benarkan Efisiensi Kilang Balikpapan Akibat Penurunan Permintaan BBM, Tak Ada PHK
Sebagai informasi, merosotnya harga minyak ini terjadi karena lesunya permintaan di AS maupun global.
Harga kontrak pada pengiriman Mei sebenarnya akan segera berakhir, saat ini para pembeli fokus pada pembelian untuk kontrak pada bulan Juni 2020.
Dengan harga minyak yang minus pada kontrak, berarti pedagang atau pemilik minyak harus membayar pada setiap minyak yang terjual kepada pembelinya.
Pada kontrak berjangka Juli, harga minyak berada di level 22 dollar AS per barel. Sementara minyak mentah Brent juga menurun drastis, meski tak separah pada penurunan di WTI.
Minyak mentah Brent masih bisa dijual di harga 25,57 dollar AS per barel atau turun 9 persen.
"Tidak ada seorang pun di AS yang menginginkan minyak dalam jangka pendek," jelas Jeffeey Halley dari Oanda, perusahaan broker minyak dan forex dari San Fransisco.
Sebelumnya, Arab Saudi, Rusia, dan produsen minyak dunia lain sudah sepakat untuk memangkas volume produksi hingga 9,7 juta barel per hari sebagai upaya untuk menahan tren merosotnya harga.
Pandemi virus corona atau Covid-19 jadi penyebab dominan anjloknya permintaan minyak mentah dunia.
Perlambatan ekonomi dan pembatasan aktivitas secara global membuat konsumsi minyak turun drastis.
Bahkan, negara seperti Jepang harus memangkas impor minyaknya dalam jumlah sangat besar.
Kesepakatan untuk memangkas produksi oleh OPEC sepekan lalu ternyata sudah terlambat untuk menghadapi turunnya sepertiga permintaan global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salah-satu-sumur-di-blok-mahakam-yang-terdapat-di-lapangan-spu.jpg)