Marshanda Berkostum Snow White Datangi Walikota Balikpapan, Serahkan Seluruh Tabungan Bantu Beli APD

Bantuan bagi para medis sebagai garda depan dalam hal penanggulangan covid-19 terus mengalir dari beberapa kelompok hingga perseorangan, salah satunya

TRIBUNKALTIM.CO/BELLA EVANGLISTA
Marshanda datang ke Kantor Walikota Balikpapan Rizal Effendi sambil membawa tabungan yang ingin disumbangkannya untuk pembelian APD bagi tim medis, Minggu (19/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Wabah Virus Corona yang melanda negeri ini tengah menjadi perhatian publik. 

Bantuan bagi para medis sebagai garda depan dalam hal penanggulangan covid-19 terus mengalir dari beberapa kelompok hingga perseorangan, salah satunya penyediaan Alat Pelindung Diri (APD).

Hal ini juga menggugah simpati Marshanda yang ingin pula membantu dengan menyerahkan seluruh tabungannya buat membantu tim medis.

Aksi sosial guna memutus rantai penyebaran covid-19 atau Virus Corona di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak hanya oleh orang dewasa, bahkan oleh anak kecil sekali pun.

Salah satu contohnya adalah aksi sosial yang dilakukan oleh seorang murid TK (Taman Kanak-kanak) Hang Tuah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Marshanda Tumangger (5), Minggu (19/4/2020).

Sore itu, gadis kecil yang akrab disapa Baby Dee tersebut, terlihat datang ke kantor Walikota Balikpapan dengan menggunakan kostum Snow White sambil memeluk celengan tabungannya yang berbentuk tabung LPG 3 Kg.

Ditemani sang kakak dan ibunya, Chita Wijaya, ia datang dengan maksud ingin menyerahkan tabungan berjumlah 439.050 ribu rupiah tersebut kepada Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, untuk digunakan membeli Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim medis.

Baby Dee datang ke kantor Walikota Balikpapan sambil membawa tabungan yang ingin ia sumbangkan untuk pembelian APD bagi tim medis, Minggu (19/4/2020).
Baby Dee, sapaan akrab Marshanda, datang ke kantor Walikota Balikpapan sambil membawa tabungan yang ingin disumbangkannya untuk pembelian APD bagi tim medis, Minggu (19/4/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/BELLA EVANGLISTA)

"Awalnya, kami sekeluarga sedang berkumpul dan menonton Mata Najwa edisi Setop Stigma Corona yang bercerita tentang pengalaman Muhammad Nursyamsurya, sopir mobil jenazah yang meminta agar orang-orang tetap tinggal di dalam rumah," tutur Chita Wijaya.

Sambil menonton, kami sekeluarga menangis. Lalu kemudian tiba-tiba Baby Dee datang sambil membawa tabungannya dan bilang kalau dia ingin memberikan uangnya ke bapak itu.

Ini sebenarnya uang tabungan yang akan digunakan oleh Baby Dee untuk berlibur ke Sulawesi. "Namun karena adanya imbauan pemerintah agar masyarakat tetap tinggal di rumah, kami tidak jadi pergi," kata Chita Wijaya.

Mendengar pernyataan gadis cilik yang bercita-cita menjadi princess itu, anggota keluarga lainnya sempat bingung bagaimana akan memberikan uang tersebut.

Namun setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk mengantar uang tersebut ke kantor Walikota Balikpapan.

Ia berkata bahwa ia memberikan uang tabungan tersebut karena ingin pandemi Corona ini segera berakhir dan bisa kembali bersekolah serta berkumpul bersama teman-temannya.

Atas aksinya tersebut, ia mendapat perhargaan dari Walikota Balikpapan.

"Baby Dee gak mau beli apa-apa. Kata bapak Walikota, uangnya mau dipakai buat beli masker untuk om dan tante dokter," katanya melalui sambungan telepon, Senin (20/4/2020).

Saat ditanya bagaimana perasaannya setelah memberikan uang tabungan itu, ia mengatakan bahwa ia senang dapat membantu anggota medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan covid-19.

Mendukung pernyataan tersebut, ibunya mengatakan bahwa Baby Dee memang merupakan bocah yang memiliki empati tinggi.

Baby Dee datang ke kantor Walikota Balikpapan sambil membawa tabungan yang ingin ia sumbangkan untuk pembelian APD bagi tim medis, Minggu (19/4/2020).
Baby Dee, sapaan akrab Marshanda, datang ke kantor Walikota Balikpapan sambil membawa tabungan yang ingin disumbangkannya untuk pembelian APD bagi tim medis, Minggu (19/4/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/BELLA EVANGLISTA)

"Dia itu paling tidak bisa melihat orang sedih atau menangis. Sering kali kalau kami sedang di jalan dan dia melihat ada pemulung mendorong gerobak, dia akan menyuruh kami berhenti lalu meminta izin saya untuk memberikan uang kepada pemulung tersebut," jelasnya.

Ia juga menceritakan ketika suatu kali Baby Dee bertanya kepadanya mengapa ia tidak memberikan uang kepada anak-anak kurang mampu yang mengemis di jalanan.

"Saya jawab, kalau pengemisnya anak-anak sebaiknya kita tidak memberikan uang. Karena itu sebenarnya bentuk eksploitasi anak. Tapi karena dia masih kecil dan tidak mengerti, saya bilang saja kalau anak kecil itu tugasnya belajar dan bukan cari uang," ujarnya.

"Nanti kalau dikasih uang, anak itu jadi tidak mau belajar. Untungnya Baby Dee ini anaknya penurut, jadi bisa kita nasehati," katanya lagi.

Selain itu, menurut keterangan ibunya Baby Dee sejak dulu sudah dibiasakan untuk mengikuti kegiatan sosial.

"Salah satu kegiatan sosial yang pernah Baby Dee ikuti adalah Seribu Mukena. Jadi dia membantu dengan cara menanyakan ke teman-temannya kalau ada mukena yang tidak terpakai dan ingin disumbangkan," terangnya.

Menurutnya, adalah hal penting melibatkan anak dalam kegiatan sosial serta mengajarkan anak tentang nilai simpati dan empati agar anak terbiasa menolong dan berbuat baik kepada orang lain.

Kali ini Baby Dee berdoa supaya om dan tante dokter tetap semangat dan terima kasih karena sudah membantu orang sakit untuk sembuh.

"Semoga corona bisa cepat pergi supaya om dan tante dokter bisa pulang ke rumah dan ketemu keluarga lagi," kata bocah tersebut penuh harap. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved