Virus Corona
Usai Kerja Bakti dan Jenguk Tetangga yang Sakit Warga 2 Desa di Sleman Terpaksa Isolasi Mandiri
sebelumnya banyak warga desa yang telah melakukan kontak dengan pasien bersangkutan
TRIBUNKALTIM.CO - Puluhan warga desa terpaksa harus menjalani isolasi mandiri selama 2 minggu.
Penyebabnya ada salah satu tetangga mereka yang ternyata dinyatakan positif virus Corona.
Sementara sebelumnya banyak warga desa yang telah melakukan kontak dengan pasien bersangkutan
Sebanyak 87 warga dari 26 KK di Perumahan Kanisius, Dusun Jetis, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman harus menjalani isolasi mandiri.
Hal itu dikarenakan beberapa dari mereka sempat melakukan kontak dengan seorang pasien positif Covid-19 saat kegiatan kerja bakti.
Kepala Dusun Jetis, Wagiman, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula ketika tanggal 5 April kemarin, ada kerja bakti yang diikuti 26 orang warga.
• Di Indonesia, Angka Kematian Akibat Positif Virus Corona Tergolong Tinggi, Ini Faktor Penyebabnya
• Balita Tewas Setelah Minum Disinfektan, Begini Awal Mula Kejadiannya, Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
• Walikota Balikpapan Bakal Terapkan PSBB Untuk Cegah Wabah Covid-19, Konsultasi Dulu ke Daerah Lain
Salah satunya adalah seorang warga laki-laki berinisial L berumur 63 tahun.
Seusai melakukan kerja bakti, L merasa kurang sehat dan mengeluh sakit di perutnya.
Beberapa warga pun kemudian mengantarkan yang bersangkutan untuk pijat di daerah Minomartani, Ngaglik.
Namun, kondisi L tak kunjung membaik.
Warga kemudian diantarkan ke RS Panti Rapih untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.
"Setelah pijat justru badannya semakin sakit, terus sore harinya ia diantar tetangganya diantar ke Panti Rapih. Setelah dicek kesehatan menderita COVID-19, saat ini yang bersangkutan masih dirawat di RS," jelas Wagiman, Selasa (21/4/2020).
Informasi bahwa L positif Covid-19 diterima pada 14 April 2020.
Setelah hal itu terungkap, maka warga pun melakukan isolasi mandiri.
Total ada 87 orang yang menjalani isolasi mandiri dari 26 KK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/di-samarinda-kena-phk-saat-pulang-kampung-pria-ini-diusir-warga-dianggap-bawa-virus-corona.jpg)