Berita Pemkab Kutai Timur

Pasar Ramadhan Ditiadakan, Warga Kutim Diminta Jual Takjil Secara Online

dipastikan bakal mengundang banyak massa di tempat tersebut. Masyarakat pun akan saling berdesakan untuk melihat dari dekat makanan atau minuman yang

Tribun kaltim/Margaret Sarita
Bupati Kutim Ir H Ismunandar. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur telah memutuskan untuk meniadakan Pasar Ramadhan.

Hal ini sesuai hasil rapat pembahasan Pasar Ramadhan yang digelar di ruang rapat Kantor Disperindag Kutim, yang isinya, pada poin satu menyatakan tidak boleh melakukan penjualan kue/takjil atau membuka lapak semacamnya, di depan rumah atau di satu tempat tertentu.

Poin dua, penjualan takjil dilakukan dengan sistem online, poin tiga, diimbau bagi pedagang untuk melakukan social distancing, menjaga jarak terhadap pembeli dan poin empat pengawasan dan penindakan akan dilakukan jajaran Satpol PP Kutim.

Permintaan Internet IndiHome Diprediksi Meningkat Selama Bulan Ramadhan

Berikut Doa & Dzikir Setelah Sholat Sunnah Tahajud, Lengkap dengan Tulisan Latin, Arab dan Artinya

Akibat Pandemi Virus Corona, Kemenag PPU Gelar Manasik Haji Secara Online

Zaskia Gotik dan Sirajuddin Mahmud Sudah Menikah, Sehari Kemudian Upload Insta Story: My Everything

Dengan keputusan tersebut, masyarakat terpaksa memanfaatkan jasa kurir atau berbelanja secara online. Dengan memesan makanan menggunakan ponsel, kemudian pedagang akan mengirim makanan yang diinginkan menggunakan kurir. Transaksi pembayaran, bisa langsung pada kurir yang membawa pesanan tersebut.

“Hadirnya pasar ramadhan, dipastikan bakal mengundang banyak massa di tempat tersebut. Masyarakat pun akan saling berdesakan untuk melihat dari dekat makanan atau minuman yang dijual di lapak tertentu. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 akan lebih tak terkendali,” ujar Bupati Ir H Ismunandar MT.

Dengan meniadakan Pasar Ramadhan dan menggunakan sistem daring dalam bertransaksi hidangan berbuka, menurut Ismunandar, akan mengurangi kerumunan massa.

“Para kurir pengantar makanan pun kita imbau, agar menggunakan masker dan sarung tangan. Sehingga kinerjanya tetap berpatokan pada protokok kesehatan seperti yang dianjurkan,” kata Ismunandar.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar) 

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved