Virus Corona di Samarinda
UPDATE Virus Corona di Samarinda 26 April, Sudah Mendata Puluhan Orang dari Kluster Temboro Magetan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda dr Osa Rafshodia mengatakan terkait klaster Magetan
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda dr Osa Rafshodia mengatakan terkait data klaster Magetan di Samarinda, Kalimantan Timur sementara ini sudah dihimpun.
Hal ini disampaikan langsung oleh dr Osa, dirinya mengungkapkan untuk sementara sudah tercatat sebanyak 28 orang yang sudah terdata di Dinkes Samarinda, Minggu (26/4/2020).
Namun itu belum bisa dikatakan selesai, karena pihaknya masih terus mencari data valid keberadaan klaster asal Samarinda di Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur tersebut.
"Belum selesai, karena susah dihubungi. Kalau data sementara itu ada 28, tapi itu belum selesai pendataan," ucap dr Osa melalui telepon seluler, saat dihubungi TribunKaltim.co pada Sabtu (25/4/2020).
BACA JUGA:
• BREAKING NEWS Bertambah 11 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalimantan Timur jadi 85
• Mulai Besok Penerbangan Komersil dan Carter di Bandara Tanjung Harapan Kaltara Dihentikan
• Mulai 25 April, Maskapai Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan dari Daerah PSBB, Ada Daerah Tarakan
Saat disinggung TribunKaltim.co, perlakuan apa yang dilakukan Dinkes Samarinda saat semua data kluster Magetan terkumpul?
Kali ini dia menyampaikan, saat ini belum bisa berkomentar banyak terkait hal itu.
"Belum bisa kami berstatement karena belum selesai pendataan, kami masih melihat dulu. Artinya kami menyelesaikan pendataan dulu," ucapnya.
Adapun terkait rapid test hari ini yang diselenggarakan, ia mengaku juga belum mengetahui ada berapa jumlahnya. Sebab belum ada laporan yang diterimanya.
"Tidak tahu saya ada berapa itu datanya, karena belum direkap, kemungkinan besok, baru bisa dipublish," terangnya.
BACA JUGA:
• Pengetatan Sosial Diterapkan, Kualitas Udara di Balikpapan Nomor 1 Terbaik dari 39 Kota di Indonesia
• Pasien Pertama Positif Corona di Berau Kondisi Membaik, Tiga Masih Mengalami Keluhan
• Kursi Tamu Diberi Jarak, Bupati Kukar Gelar MoU, Berikut Nilai Pagu Anggaran Penanganan Covid-19
Hal yang sama disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda bahwa belum semuanya terdata. Dan dr Ismed mengungkapkan jika semuanya sudah terdata, maka akan segera dilakukan Rapid Test.
"Kalau yang sudah dirapid test tadi, belum ada yang positif. Memang belum semuanya datang," ucapnya saat dihubungi pada Sabtu (25/4/2020).
Mengenai jumlah berapa orang yang dirapid test hari ini, dr Ismed juga tidak mengetahui.
"Kita rapid semuanya, hasilnya negatif. Makanya tidak ada penambahan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP) di Samarinda," jelasnya.
( TribunKaltim.co/Riduan )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/karantina-di-rumah-hantu-bangunan-yang-sudah-kosong-10-tahun-pemudik-bandel-ketakutan-minta-pulang.jpg)